PravadaNews – Pemerintah saat ini tengah menggenjot kegiatan ekspor nasional demi mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan pada 2027, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,8%-6,5% dan tahun 2029 tumbuh sebesar 8%.
Untuk merealisasikan itu, pemerintah membuka hak ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) sebanyak 11 juta ton. Hak ekspor itu bisa digunakan para eksportir hingga akhir tahun. Ekspor CPO dan produk turunannya merupakan salah satu penopang utama perekonomian dan neraca perdagangan nasional.
Pada tahun 2024, ekspor CPO Indonesia sebesar 24.254,8 juta ton yang diekspor ke sejumlah negara di antaranya; India 4.287,4 ribu ton; China 3.593,8 ribu ton; Pakistan 3.006,0 ribu ton; AS 1.605,3 ribu ton.
Kemudian, Bangladesh 1.030,1 ribu ton; Mesir 842,0 ribu ton; Spanyol 396,4 ribu ton; Italia 478,0 ribu ton; Belanda 450,4 ribu ton; Singapura 0,6 ribu ton; negara lainnya 8.564,8 ribu ton.
Baca Juga: Lahan Sawit Swasta Terbesar Dibandingkan Negara
Besarnya volume ekspor industri sawit menjadikannya sebagai penyumbang devisa terbesar. Sebab, capaian produksi CPO nasional setara dengan 58 persen dari total pasokan dunia.
CPO sendiri merupakan produk utama hasil pengolahan dari buah kelapa sawit. Melihat dari volume ekspor CPO, menandakan bahwa produksi kelapa sawit nasional sangat melimpah.
Berdasarkan data dari Buku Statistik Perkebunan 2024-2026 Jilid I yang dipublikasikan Kementerian Pertanian (Kementan) terbagi menjadi tiga yakni Perkebunan Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PBN), dan Perkebunan Besar Swasta (PBS).
Melansir data tersebut, produksi kelapa sawit Perkebunan Rakyat pada 2024 sebesar 16.970.694 ton, Perkebunan Besar Negara 2.105.960, dan Perkebunan Besar Swasta 26.359.543. Jika seluruh produksi kelapa sawit pada 2024 ditotal sebesar 45.436.197 ton.
Produksi kelapa sawit pada 2025 alami peningkatan. Untuk Perkebunan Rakyat sebesar 17.188.505 ton, Perkebunan Besar Negara 2.280.742, dan Perkebunan Besar Swasta 27.085.649 ton. Total produksi kelapa sawit pada 2025 sebesar 46. 554.896 ton. Naik sekitar 1.118.699 ton secara years-to-years (yoy).















