PravadaNews – Kasus perundungan yang berujung seorang anak berinisial MWP (6) tersetrum listrik di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, memasuki babak baru.
Korban mengaku kepada ibunya, Vira (26), MWP mengaku sempat dipukul oleh para pelaku sebelum mengalami insiden tersebut.
“Pas dia sadar besok harinya dia ngomong gini, ‘Mama aku kemarin habis digebuk sama teman-teman’,” kata Vira kepada wartawan dikutip, jumat (12/6/2026).
Vira pun menanyakan kepada anaknya alasan ia dipukul. Kata Vira, anaknya mengatakan karena dia tidak membawa uang.
“Kenapa?, ‘Soalnya aku nggak dikasih uang, soalnya kan aku kalau main ke lapangan harus minta uang dulu’ katanya,” sebut Vira.
Vira mengatakan, pemalakan terhadap anaknya sudah seringkali terjadi. Korban harus memberikan uang agar mendapatkan teman.
“‘Kok gitu sih, Dek?’, ‘Iya kalau aku nggak dikasih uang aku nggak ditemenin sama mereka,’ gitu. ‘Maksudnya setoran uang?’, ‘Setoran uang ke mereka’ gitu,” ungkap Vira.
Anak Vira bukanlah satu-satunya korban yang dipalak. Diketahui bahwa uang palak tersebut digunakan pelaku untuk menjajani diri mereka sendiri.
“‘Emang Dede aja?’, ‘Enggak sih, anak perempuan juga waktu itu’, ‘Itu uangnya buat apa, Dek?’, ‘Buat dia jajan-jajan’ katanya,” ucap Vira.
Atas peristiwa tersebut, Vira mengatakan, anaknya tidak ingin kembali bermain ke Taman Kramat Pulo. Ia ketakutan dipukul kembali.
“Ada kata dede bilang sama saya, ‘Mama, aku enggak mau pulang lagi ke sana, aku nggak mau pulang aku takut, takut digebuk pakai kayu’ gitu,” ungkap Vira.
Adapun perundungan yang terjadi dilakukan oleh dua orang pelaku yakni R (18) dan L (13). Kasus ini pun telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin (8/6) dan kini sedang didalami oleh pihak kepolisian.















