PravadaNews – Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan Iran akan membela hak-hak sahnya dengan melakukan pengamanan untuk kepentingan nasionalnya.
Pezeshkian mengatakan, Iran mengutamakan dialog dan diplomasi daripada perang dalam menyelesaikan masalah.
Dalam rapat kabinet pada hari Minggu, presiden mengatakan, ketika Iran dapat mengamankan hak-haknya melalui dialog dan diplomasi, Iran tidak boleh tetap berperang.
Pernyataan ini disampaikan saat Teheran terlibat dalam negosiasi mediasi dengan Washington di Swiss dalam kerangka waktu 60 hari yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan akhir.
Baca Juga: Iran Larang Kapal-kapal Mendekati Selat Hormuz
Pezeshkian menggambarkan persatuan dan solidaritas nasional sebagai pencapaian terbesar Iran setelah perang agresi AS-Israel terhadap negara tersebut,
Pezeshkian mengatakan, koordinasi dan solidaritas di antara semua lembaga sangat luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pezeshkian menegaskan bahwa koordinasi dan solidaritas itu harus terus dipelihara dan diperkuat.
Pezeshkian mengatakan, proses negosiasi telah disampaikan kepada Pemimpin Revolusi Islam, dan anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi telah menyampaikan pandangan mereka tentang masalah ini.
“Perkembangan besar dan luar biasa yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari koordinasi dan solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara semua sektor politik, eksekutif, militer, keamanan, dan peradilan di negara ini,” kata presiden, melansir Kantor Berita IRNA, Senin (22/6/2026).















