PravadaNews – Iran memperingatkan Israel dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak memberikan ancaman kepada Teheran terutama ke pimpinan negara dan rakyat Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz melalui akun X. Araghchi menyebut ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan Iran akan dijawab langsung oleh negaranya.
“Setiap ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan kami akan menerima respons kuat dan segera,” tulis Araghchi, dikutip Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Juru Bicara Pemerintah Apresiasi Angkatan Laut Iran Jaga Keamanan Maritim
Lebih lanjut, Araghchi mengaitkan ancaman Israel dengan Nota Kesepahaman Islamabad. Ia menyebut ketentuan nota tersebut sudah jelas bagi semua pihak dalam melihat komitmen Amerika Serikat terhadap Tel Aviv.
“POTUS telah berkomitmen agar Amerika Serikat membungkam peliharaannya di Tel Aviv. Jika mereka mengabaikan tuannya, Iran akan memberi mereka pelajaran,” tulis Araghchi.
Sementara itu, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani membawa ancaman tersebut ke Dewan Keamanan PBB. Iravani menyampaikan surat setelah Katz disebut mengeluarkan ancaman terbuka terhadap Pemimpin Revolusi Islam Iran.
Dalam surat tersebut, Iravani menyebut ancaman Israel bukan pernyataan yang berdiri sendiri. Ia mengaitkannya dengan tindakan agresi ilegal Israel terhadap Iran dan penargetan pejabat tinggi pemerintah Iran.
“Ancaman ini bukanlah ancaman terisolasi atau retorika semata,” tulis Iravani.
Adapun Iravani menegaskan Iran akan mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, keamanan nasional, dan rakyatnya. Ia merujuk Pasal 51 Piagam PBB sebagai dasar hak Iran untuk membela diri dari agresi.
Seperti diketahui, peringatan Iran kepada Israel dan PBB menempatkan ancaman pemimpin negara sebagai isu diplomatik dan keamanan negara.















