Minyak Kelapa Sawit atau Crude Palm Oil. (Foto: Dok. unipalmindo.com)

Beranda / Ekonomi / Harga MinyaKita belum Sesuai HET

Harga MinyaKita belum Sesuai HET

PravadaNews – Penurunan harga referensi minyak kelapa sawit mentah untuk periode Juli 2026 belum membawa harga MinyaKita kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Azhar Syahida menilai permintaan yang terus meningkat dan adanya pergerakan harga CPO turut memengaruhi biaya produksi minyak goreng, sehingga menentukan harga MinyaKita di tingkat konsumen.

“Harga produksi minyak goreng meningkat seiring naiknya harga CPO global,” tulis Azhar kepada PravadaNews, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Alumnus Universitas Brawijaya tersebut tidak menempatkan pergerakan CPO sebagai penyebab tunggal harga MinyaKita melampaui HET. Menurutnya, harga bahan baku menjadi salah satu komponen dalam perhitungan ongkos produsen sebelum minyak goreng disalurkan ke pasar.

Lebih lanjut, ekonom CORE tersebut menempatkan biaya produksi sebagai persoalan utama dalam pergerakan harga eceran. Penilaiannya tentang harga MinyaKita di atas HET dipengaruhi sejumlah faktor, terutama kenaikan ongkos produksi di tingkat produsen.

Sehubungan dengan itu, Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi CPO periode Juni 2026 sebesar US$1.029,51 per metrik ton. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1502 Tahun 2026 kemudian menetapkan harga periode Juli sebesar US$1.000,90 per metrik ton atau turun 2,78 persen.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan pemerintah telah menyepakati perlunya penyesuaian HET MinyaKita berdasarkan harga keekonomian terkini.

“Hari ini, kami menyepakati penyesuaian HET untuk MinyaKita. Harga dan waktu pelaksanaannya masih perlu melihat perkembangan harga CPO,” terang Budi, Kamis (4/6).

Pada temuan PravadaNews, salah satu pengguna Minyak kita di Jakarta Timur Amanda menemukan harga di tingkat agen mencapai sekitar Rp19 ribu per liter. Harga tersebut diperoleh melalui pembelian satu kardus berisi 12 liter dan masih melampaui HET.

“Saya membeli satu kardus MinyaKita berisi 12 liter dengan harga sekitar Rp228 ribu. Jadi, harga per liternya sekitar Rp19 ribu,” kata Amanda kepada PravadaNews, Sabtu (18/7)

Seperti diketahui, pemerintah masih memantau pergerakan CPO sebelum menetapkan besaran HET baru beserta waktu penerapannya. Penurunan harga referensi CPO periode Juli belum bersamaan dengan turunnya harga MinyaKita di tingkat agen.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *