Peternakan ayam petelur, Kiki (29 tahun) saat memberi pakan di kandangnya. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Peternak Kewalahan Penuhi Pasokan Ketika Harga Telur Naik

Peternak Kewalahan Penuhi Pasokan Ketika Harga Telur Naik

PravadaNews – Harga telur ayam ras di tingkat peternak mulai merangkak naik dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini diikuti lonjakan permintaan yang membuat sejumlah peternak kewalahan memenuhi pesanan sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan.

Salah satu peternak ayam petelur di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kiki (29 tahun), mengatakan harga telur di tingkat peternak kini mencapai Rp26.000 per kilogram. Harga tersebut telah bertahan sekitar satu pekan.

“Harga sekarang Rp26.000 per kilogram, sudah sekitar seminggu,” kata Kiki saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).

Menurut Kiki, kenaikan harga terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan telur sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai bergulir. Program pemerintah tersebut memang menjadikan telur sebagai salah satu sumber protein hewani dalam menu makanan bergizi bagi para penerima manfaat.

Kiki mengaku tingginya permintaan membuat stok telur di kandangnya kerap tidak mencukupi. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dirinya harus meminta bantuan pasokan dari peternak lain.

“Wah laku, Mas. Telur kekurangan terus. Kalau kurang ya saling bantu sama teman peternak. Kalau mereka masih punya stok, kita minta dibawakan,” ujar Kiki.

Kiki saat ini memelihara sekitar 3.200 ekor ayam petelur. Dari jumlah tersebut, produksi telur dari kandangnya mencapai sekitar 75 kilogram per hari.

Namun, total telur yang dikirim kepada pelanggan bisa mencapai sekitar 120 kilogram per hari setelah ditambah pasokan dari peternak lain. Bahkan pada pekan lalu, ia sempat mengirim hampir 200 kilogram telur hanya untuk memenuhi permintaan pelanggan tetap.

Di sisi lain, kenaikan harga telur tidak diikuti kenaikan harga pakan. Kondisi itu membuat keuntungan peternak meningkat dibandingkan ketika harga telur sempat terpuruk selama lebih dari dua bulan.
“Kalau pakan sama saja, enggak naik,” katanya.

Kiki mengungkapkan, saat harga telur berada di level Rp26.000 per kilogram, keuntungan bersih yang diperoleh setelah dikurangi biaya pakan mencapai sekitar Rp1,2 juta per hari.

Sebelumnya, ketika harga telur masih rendah, keuntungan bersih yang didapat hanya berkisar Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari. Kondisi tersebut berlangsung selama lebih dari dua bulan sebelum harga mulai pulih.

Peningkatan permintaan telur sejalan dengan proyeksi pemerintah yang memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah sebelumnya memperkirakan kebutuhan komoditas pangan, termasuk telur, akan meningkat seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat program tersebut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *