PravadaNews – Data Kementerian Perdagangan mencatat rata-rata harga bawang putih honan secara nasional berada di level Rp 38.858 per kilogram pada 17 Juli 2026. Harganya naik 0,60 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan lalu.
Kenaikan harga pun terjadi di wilayah Maluku dan Papua sebesar 0,54 persen. Rata-rata harga bawang putih di wilayah tersebut mencapai RP 64.028 per kilogram atau lebih mahal 60,07 persen dari harga acuan yang ditetapkan Rp 40.000 per kilogram.
Analis Perdagangan Ahli Madya Direktorat Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Neni Dwi Prehati menyatakan, Kementerian telah dan terus berkoordinasi dengan Direktorat Perdagangan Luar Negeri atas kenaikan harga bawang putih ini.
Koordinasi itu utamanya terkait dengan peluang menambah pelabuhan masuk di wilayah timur.
“Yang diharapkan bisa menekan harga bawang putih di wilayah timur yang masih di atas harga acuan,” kata Neni dikutip Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, Harga bawang putih di sejumlah wilayah Papua Tengah masih berada pada level yang relatif tinggi. Berdasarkan pantauan harga pangan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, Selasa (21/7) pukul 13.25 WIB, harga komoditas tersebut di beberapa daerah masih jauh di atas kisaran harga di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Di Pasar Baru Wamena, Kabupaten Jayawijaya, harga bawang putih tercatat mencapai Rp90.000 per kilogram. Sementara itu, di Kabupaten Nabire, harga bawang putih berada di angka Rp65.000 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan masih adanya disparitas harga antarwilayah di Papua Tengah. Wamena yang berada di kawasan pegunungan memiliki tantangan distribusi yang lebih besar dibandingkan daerah pesisir seperti Nabire, sehingga biaya logistik turut memengaruhi harga komoditas pangan di tingkat konsumen.
Tingginya harga bawang putih juga menjadi perhatian pemerintah. Berbagai langkah terus diupayakan untuk menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga, termasuk memastikan realisasi impor berjalan sesuai kebutuhan serta memperkuat distribusi pangan hingga ke daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan logistik. Diharapkan, upaya tersebut dapat membantu menekan harga bawang putih di pasaran sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.















