PravadaNews – Perluasan sasaran serangan Amerika Serikat dan pembalasan Iran meningkatkan risiko keamanan setelah jaringan radar di Kuwait ikut menjadi target operasi.
Dalam operasi terbaru, Komando Pusat Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) menyelesaikan serangan malam kesebelas berturut terhadap kemampuan militer Iran. Sasaran mencakup pusat operasi, kemampuan maritim, hanggar pesawat, penyimpanan pesawat nirawak, dan infrastruktur logistik.
“Komando Pusat AS (CENTCOM) berhasil menyelesaikan serangan malam ke-11 berturut-turut terhadap Iran,” tulis CENTCOM melansir Kantor Berita TASS, Rabu (22/7/2026).
Adapun, gelombang tersebut menyasar unsur pengendalian, penerbangan, maritim, penyimpanan, dan pendukung operasional militer Iran. Keterangan CENTCOM tidak memerinci lokasi sasaran, tingkat kerusakan, maupun dampak serangan.
“Aset CENTCOM menargetkan pusat operasi militer Iran, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer,” tulis CENTCOM di akun X resminya.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan serangan balasan terhadap sejumlah sistem radar di Kuwait.
Selanjutnya, IRGC menyebut serangan dilakukan sebagai tanggapan atas pelanggaran Amerika Serikat terhadap wilayah Iran yang menjadi gelombang ke-24 Operasi Nasr 2 atau Operasi Kemenangan 2.Operasi diarahkan untuk menonaktifkan jaringan radar yang dinilai melayani kepentingan Amerika Serikat.
“Pasukan menargetkan sebuah radar peringatan dini, kompleks radar taktis di sekitar Pangkalan Udara Ali al-Salem, dan sistem radar lain di Pulau Bubiyan, Kuwait,” ungkap IRGC, Selasa (21/7).
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim seluruh sistem radar sasaran tidak dapat beroperasi setelah serangan. Pernyataan tersebut tidak menjelaskan tingkat kerusakan maupun kondisi fasilitas secara terperinci.
Seperti diketahui, operasi sejumlah fasilitas pengawasan di sekitar pangkalan udara dan wilayah Kuwait menjadi sasaran operasi pembalasan terhadap pelanggaran wilayah oleh Amerika Serikat. Hal tersebut disusul serangan kesebelas, dimana CENTCOM melanjutkan tekanan militernya melalui serangan malam terhadap Iran.















