Jajaran pemain film Harusnya Horror. (Foto: Dok. Poplicist)

Beranda / Infotaiment / Kisah Reza Arap Keluar dari Zona Nyaman

Kisah Reza Arap Keluar dari Zona Nyaman

PravadaNews – Tanggung jawab di kursi sutradara kini hadir dalam perjalanan Reza Arap setelah lama dikenal melalui musik, konten digital, dan layar hiburan.

Peralihan tersebut membawa pekerjaan yang berbeda karena dirinya tidak lagi hanya memikirkan penampilannya, tapi juga arah cerita dan kerja tim produksi.

Harusnya Horror menjadi film layar lebar pertama yang disutradarai Reza. Dalam proyek ini, Youtuber itu juga tampil sebagai pemain sehingga harus menjalankan dua peran selama produksi.

“Di film ini, kami benar-benar push our limit. Kami sudah memberikan yang terbaik,” kata Reza dalam keterangan resmi yang diterima PravadaNews, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, Ess Jay Pictures memberikan ruang selama proses kreatif berlangsung. Kesempatan tersebut digunakan untuk mengembangkan cerita tanpa melepaskan tanggung jawabnya terhadap hasil produksi.

Reza memilih dialog yang dekat dengan situasi sehari-hari sebagai dasar cerita. Dirinya juga meminta penonton memperhatikan detail karena sejumlah bagian disusun saling berkaitan.

Perpindahan kreator digital ke dunia film turut menjadi pembahasan Akademisi perfilman Dato’, A. Razak Mohaideen menjelaskan, pekerjaan sutradara membutuhkan kemampuan yang berbeda dari pembuatan konten media sosial.

“Film bukan hanya soal kamera dan aktor. Seorang sutradara harus memahami aspek-aspek mendasar, seperti visualisasi skenario, pemilihan angle, blocking, dan pengelolaan emosi karakter,” ujar Razak yang dimuat laman resmi Universitas Amikom Yogyakarta, dikutip Sabtu (25/7).

Selain kemampuan teknis, Razak menempatkan naskah sebagai dasar utama selama produksi. Sutradara perlu membayangkan adegan sebelum proses syuting agar gagasan dapat diterjemahkan oleh pemain dan kru.

Adapun hubungan antara film dan konten digital juga mendapat perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf).

Pada Mei 2026 lalu, kementerian tersebut membuka peluang kolaborasi untuk pengembangan film, animasi, video, dan konten digital, termasuk peningkatan kemampuan talenta kreatif.

Perkembangan ini menunjukkan semakin terbukanya perpindahan talenta dari platform digital ke industri film. Meski demikian, pekerjaan di balik layar tetap membutuhkan kemampuan teknis, hingga pemahaman produksi yang matang.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *