PravadaNews – Arema FC memastikan langkah ke babak semifinal Piala Presiden 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas DPMM FC dalam laga terakhir Grup A.
Tampil disiplin dan efektif sejak menit awal, tim berjuluk Singo Edan mengamankan tiga poin berkat dua gol yang diborong Gustavo Henrique pada babak pertama.
Hasil tersebut tidak hanya mengunci posisi Arema FC di fase gugur, tetapi juga menegaskan konsistensi mereka sepanjang fase grup dengan mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan.
Keunggulan jumlah pemain setelah DPMM FC kehilangan satu pemain pada babak kedua turut membantu Arema menjaga dominasi hingga peluit panjang berbunyi, sekaligus menyusul Persib Bandung yang lebih dulu memastikan tiket ke semifinal.
Skuad asuhan Marquinhos Santos menutup fase grup dengan catatan enam poin dari tiga laga. Hasil tersebut menempatkan Arema FC sejajar dengan Persib Bandung sebagai dua tim yang berhak melaju dari Grup A.
Kemenangan atas DPMM FC lahir dari efisiensi transisi. Arema FC sempat tertekan di awal, namun mampu mengubah arah pertandingan melalui dua serangan balik yang berujung gol.
DPMM FC sendiri merupakan wakil Brunei Darussalam. Tim besutan Jamie McAllister itu memaksa tempo tinggi, tetapi kesulitan menembus pertahanan Arema FC di momen-momen krusial.
Dalam 15 menit awal, Arema FC lebih banyak bertahan. Upaya membangun serangan kerap patah, sementara DPMM FC konsisten mengancam meski tanpa hasil.
Peluang terbaik DPMM FC pada menit ke-26 datang dari kepala Dalberto Luan Belo. Meneruskan umpan silang Miguel Angelo, tandukannya masih melenceng tipis di sisi gawang.
Kebuntuan pecah pada menit ke-35. Skema serangan balik cepat berujung sepakan keras Gustavo Henrique memanfaatkan kesalahan bek lawan, yang tak mampu menghalau bola dengan bersih.
Menjelang jeda, transisi Arema FC kembali mematikan. Solo run Gustavo Henrique dari tengah lapangan dituntaskan dengan tembakan keras yang menjebol gawang lawan pada menit 45+2.
Memasuki babak kedua, DPMM FC mengambil inisiatif penguasaan bola. Mereka mencoba mempercepat tempo dan mengurung pertahanan Arema FC.
Upaya itu terganggu ketika gelandang asal Kolombia, Felipe Aspegren, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-61. Sejak saat itu, DPMM FC bermain dengan 10 pemain.
Pada menit ke-69, DPMM FC kembali memberi ancaman di kotak penalti, tetapi kiper Arema FC, Adi Satryo, sigap menahan sepakan pemain lawan. Sampai peluit panjang, tidak ada gol tambahan.














