PravadaNews – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur di tengah tekanan harga telur yang berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mencari solusi menyeluruh terhadap persoalan yang dihadapi peternak, termasuk mengendalikan biaya produksi yang dipengaruhi harga pakan ternak.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin rapat koordinasi yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (3/8/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, Perum Bulog, koperasi peternak, industri pakan, serta pelaku usaha untuk merumuskan langkah konkret dalam menstabilkan sektor perunggasan nasional.
Langkah cepat tersebut diambil menyusul harga telur ayam ras di tingkat peternak yang masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
Kondisi ini dinilai menekan keuntungan peternak, terlebih biaya produksi masih relatif tinggi akibat harga pakan yang menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur.
Amran menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Menurutnya, stabilitas harga telur dan pakan harus dijaga agar usaha peternakan rakyat tetap berjalan dan pasokan pangan nasional tetap terjamin.
“Kami bergerak cepat untuk melindungi peternak. Ketika harga di tingkat produsen turun di bawah acuan, pemerintah harus hadir agar peternak tidak mengalami kerugian berkepanjangan,” ujar Amran dikutip Rabu (5/8).
Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan penyerapan hasil produksi peternak, menjaga distribusi telur, hingga memastikan ketersediaan bahan baku pakan tetap mencukupi dengan harga yang lebih stabil.
Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan koperasi peternak diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual di tingkat peternak.
Kementerian Pertanian juga menilai pengendalian harga pakan menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan.
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam produksi telur, sehingga setiap kenaikan harga akan langsung berdampak pada margin keuntungan peternak.
Selain itu, koordinasi bersama Satgas Pangan Polri dilakukan untuk memastikan tidak terjadi praktik yang dapat mengganggu stabilitas pasokan maupun harga di lapangan.
Pemerintah ingin menjaga agar rantai distribusi berjalan dengan baik dan harga yang diterima peternak tetap berada pada level yang wajar.
Peran Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keseimbangan pasar.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap mekanisme intervensi dapat dilakukan secara tepat apabila terjadi gejolak harga yang merugikan peternak maupun konsumen.
Kementan menegaskan, sektor peternakan unggas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Oleh karena itu, perlindungan terhadap peternak rakyat menjadi prioritas agar produksi telur tetap terjaga, kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi, dan inflasi pangan tetap terkendali.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis tekanan yang dihadapi peternak dapat diatasi.
Langkah cepat yang diambil diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pakan, memperbaiki harga telur di tingkat produsen, serta memberikan kepastian usaha bagi jutaan peternak ayam petelur di berbagai daerah.
Sebelumnya, Peternak ayam petelur menghadapi tekanan ganda akibat harga telur yang terus turun di tengah kenaikan harga pakan.
Kondisi tersebut membuat biaya produksi semakin membengkak dan memangkas keuntungan peternak.
Salah seorang peternak ayam petelur di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kiki (29 tahun) mengatakan, harga pakan mengalami kenaikan secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, harga jual telur justru masih berada di level rendah.
“Kalau untuk harga pakan, sebetulnya naik ya. Itu bulan kemarin per minggu itu naik Rp10.000. Itu sudah empat kali naik,” kata Kiki saat ditemui di peternakannya, Selasa (14/7).















