PravadaNews – Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelaskan status Febrio yang belakangan menjadi sorotan publik. Nama Febrio muncul dalam surat keterangan kematian Sutrimo, pria yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) di kediaman Febrie Adriansyah.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna memastikan Febrio bukan seorang jaksa. Ia menyebut Febrio merupakan pegawai Kejaksaan yang bertugas sebagai staf administrasi.
“Yang namanya saudara Febrio yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa. Pegawai Kejaksaan,” kata Anang, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Nama Febrio mencuat setelah tercantum sebagai pengantar jenazah dalam surat keterangan kematian yang diterbitkan RS Muhammadiyah Taman Puring. Dokumen tersebut mencatat hubungan Febrio Adiono dengan Sutrimo sebagai kerabat.
Informasi yang beredar sebelumnya menyebut Febrio sebagai ajudan atau aide-de-camp (ADC) Febrie Adriansyah. Namun, Kejagung membantah informasi tersebut dan menyebut Febrio hanya berstatus staf.
“Stafnya ya,” ujar Anang.
Ia juga memastikan Febrio masih tercatat sebagai pegawai aktif Kejaksaan. Anang mengatakan Febrio saat ini tidak lagi menjalankan tugas sebagai ADC. Menurut dia, pegawai tersebut kini menjalankan pekerjaan administrasi biasa.
“Ya stafnya, staf biasa,” kata Anang.
Ia juga membantah Febrio sedang mendampingi pejabat tertentu di lingkungan Kejagung. Menurut Anang, Febrio tidak bertugas mendampingi pejabat mana pun.
“Enggak. Dia administrasi biasa,” tuturnya.
Di sisi lain, Anang mengaku tidak mengenal Sutrimo yang disebut sebagai Karumga Febrie Adriansyah. Ia juga tidak mengetahui hubungan Sutrimo dengan lingkungan Kejaksaan.
“Saya pertama, saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga. Saya tidak kenal sama sekali dan bukan warga Kejaksaan,” ujar Anang.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo yang dikaitkan dengan Febrie Adriansyah melalui pesan berantai. Sutrimo disebut meninggal pada Kamis (23/7/2026) setelah sempat mengeluhkan sakit.
Dalam informasi yang beredar, Sutrimo disebut tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa dari mulut serta hidung ketika berada di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ia kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring, tetapi dinyatakan sudah meninggal ketika tiba di rumah sakit.















