Press Conference Indonesia Women's League (IWL) 2026. (Foto: PSSI)

Beranda / Olahraga / Lapangan Hijau Kembali Jadi Panggung Sepak Bola Putri

Lapangan Hijau Kembali Jadi Panggung Sepak Bola Putri

PravadaNews – Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah kompetisi untuk menghilang dari kalender sepak bola. Namun, setelah penantian panjang, lapangan hijau kembali menjadi panggung bagi pesepak bola putri Indonesia melalui Indonesia Women’s League (IWL) 2026.

Kembalinya kompetisi tersebut bukan sekadar menandai dimulainya kembali pertandingan sepak bola putri di level nasional. IWL 2026 membawa harapan baru untuk membangun ekosistem sepak bola putri yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu memberikan ruang bagi talenta-talenta perempuan Indonesia untuk berkembang.

IWL 2026 menjadi kompetisi sepak bola putri perdana yang berada di bawah pengelolaan I-League. Kehadiran kompetisi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pembinaan yang lebih konsisten, sekaligus menciptakan jalur kompetisi yang dapat mempertemukan pemain, klub, dan berbagai pihak dalam satu ekosistem.

Setelah bertahun-tahun tanpa kompetisi nasional yang berkelanjutan, kembalinya IWL menjadi lebih dari sekadar kabar tentang pertandingan.

Ini adalah upaya menghidupkan kembali ruang kompetitif bagi pemain putri yang selama ini harus menunggu untuk kembali merasakan atmosfer liga.

Kini, tantangannya bukan hanya memastikan kompetisi berjalan, tetapi juga menjaga agar roda kompetisi terus berputar.

Sebab, keberlanjutan liga menjadi kunci agar sepak bola putri Indonesia tidak kembali kehilangan panggung dan para pemain memiliki kesempatan untuk berkembang dari musim ke musim.

Komisaris PT Liga Indonesia Putri sekaligus anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani Sungkono mengatakan, persiapan liga dilakukan selama dua tahun.

“Apa yang kita sudah selenggarakan di tahun-tahun sebelumnya itu seperti kembang api, jadi nyala dan sebentar aja mati,” ujar Vivin dikutip Rabu (12/8/2026).

Vivin menambahkan, peningkatan talent pool pemain putri menjadi salah satu alasan PSSI berani kembali menyelenggarakan kompetisi. Vivin menyebut klub yang telah bergabung dalam IWL dan para pemain putri menyambut kembalinya kompetisi dengan penuh antusiasme.

Melalui kesempatan yang sama, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan sepak bola wanita tidak pernah dikesampingkan.

“Bahwa kita tidak pernah menomor-duakan sepak bola wanita, dan kita terus membangun Tim Nasional kita secara continue,” kata Erick.

Erick mengatakan, PSSI juga terus membangun sepak bola putri dari tatanan paling bawah (grassroots). Sehingga kompetisi liga dapat kembali berjalan secara berkelanjutan.

Sementara CEO Indonesia Women’s League Tedy Cahyono mengatakan, kompetisi akan dibangun dengan mempertimbangkan efisiensi dan perkembangan klub peserta.

“Kita ingin Indonesia Women’s League ini bisa berjalan selamanya dan terus berkembang, tumbuh dengan baik,” ujar Tedy.

IWL 2026 menggunakan konsep centralized (terpusat) di satu lokasi dengan kemasan sports festival. Konsep tersebut mencakup pertandingan akhir pekan, panggung musik, UMKM, serta berbagai aktivasi untuk menarik perhatian publik.

IWL 2026 dijadwalkan bergulir mulai 17 Oktober 2026 di Stadion Sumantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Persita Tangerang menghadapi Persija Jakarta sebagai laga pembuka kompetis.

IWL 2026 sendiri untuk sementara akan diikuti oleh 6 klub yang berada di wilayah Jabodetabek. Diantaranya, Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United, Garudayaksa, Persikag Depok, dan Bekasi FC.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *