Kepadatan penumpang di stasiun Pasar Minggu. (Foto: Dok. Instagram @Infodepok_id)

Beranda / Nasional / KRL Bogor-Jakarta Kota Terganggu Usai Tertemper Orang

KRL Bogor-Jakarta Kota Terganggu Usai Tertemper Orang

PravadaNews – Perjalanan pagi menuju Jakarta berubah menjadi penantian panjang bagi pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor-Jakarta Kota setelah sejumlah kereta tertahan pada Kamis (20/8/2026).

Gangguan tersebut bermula setelah KA 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota tertemper orang di lintas Cawang-Tebet. Rangkaian kemudian diperiksa petugas di Stasiun Tebet sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Selama penanganan, perjalanan di sekitar lokasi sempat menggunakan satu jalur secara bergantian. Kondisi itu membuat kereta berikutnya harus menunggu dan membentuk antrean dari arah Bogor.

PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) kemudian mengabarkan perjalanan Cawang-Tebet sudah kembali dapat dilalui, meski keterlambatan masih dalam proses penguraian.

“Perjalanan Commuter Line Bogor antara Stasiun Cawang-Stasiun Tebet kini sudah dapat kembali melintas, setelah mengalami gangguan akibat temperan orang pada pagi hari ini. Saat ini perjalanan telah kembali normal dan masih dalam proses penguraian kelambatan,” tulis KAI Commuter melalui Instagram.

Dampak gangguan terasa pada lintas yang setiap hari digunakan ratusan ribu orang ini. Sepanjang semester I-2026, lintas Bogor melayani rata-rata 431.368 pengguna dengan sekitar 392 perjalanan setiap hari.

Salah satu perjalanan yang terdampak dialami pekerja, Febriansah saat berangkat dari Stasiun Cilebut pukul 07.07 WIB menuju Stasiun Universitas Pancasila.

Kereta yang ditumpanginya mulai berhenti di percabangan Citayam-Nambo sekitar pukul 07.20 WIB dan tidak bergerak selama hampir 45 menit.

“Saya berangkat dari jam 07.07 dari Cilebut, terus tiba-tiba kereta berhenti di percabangan antara Stasiun Citayam dan arah Nambo. Sekitar 07.20 sampai 08.05 saya tertahan di situ,” kata Febriansah berbincang dengan PravadaNews.

Sekitar pukul 08.10 WIB, kereta akhirnya masuk Stasiun Citayam dan kembali melanjutkan perjalanan. Namun, perjalanan kembali tersendat di Depok karena rangkaian harus menunggu kereta di depannya.

Akibatnya, perjalanan Cilebut-Universitas Pancasila yang biasanya sekitar 40 menit memakan waktu hampir satu setengah jam.

Kondisi di dalam gerbong juga berubah seiring bertambahnya penumpang. Sebelum Citayam, kereta masih relatif lengang, tapi gerbong kemudian semakin penuh dan terasa panas setelah penumpang bertambah.

Pria itu tetap melanjutkan perjalanan menggunakan KRL karena berpindah moda akan membuat jarak menuju tujuan semakin jauh. Informasi mengenai gangguan kemudian diketahui melalui notifikasi aplikasi dan media sosial Commuter Line.

“Mungkin bisa dibuat sistem pergantian jalur yang lebih cepat supaya tidak terjadi penumpukan penumpang. Kalau ada gangguan seperti ini, penguraiannya juga perlu lebih cepat karena terjadi saat jam padat,” tutur warga asal Bogor ini.

Pada pagi yang sama, gangguan juga terjadi di lintas Duri-Tangerang setelah KA 1914A tertemper sepeda motor di antara Rawa Buaya-Batu Ceper. Kejadian di perlintasan tersebut membuat perjalanan lintas Tangerang ikut terlambat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *