Jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut saat menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Humas Kemenhub)

Beranda / Nasional / Kemenhub Percepat Bantuan Via Laut untuk Gempa Flores

Kemenhub Percepat Bantuan Via Laut untuk Gempa Flores

PravadaNews – Gempa yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya menyisakan kerusakan pada bangunan dan fasilitas publik, tetapi juga menghadirkan tantangan besar dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Di tengah kondisi geografis kepulauan yang membuat akses darat ke sejumlah wilayah tidak mudah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengoptimalkan jalur transportasi laut sebagai salah satu urat nadi penanganan bencana.

Moda laut dimanfaatkan untuk mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan sekaligus membuka ruang mobilisasi personel tanggap darurat menuju berbagai daerah yang membutuhkan penanganan segera.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat respons pemerintah agar bantuan, logistik, dan tenaga pendukung dapat menjangkau wilayah terdampak gempa Flores secara lebih cepat dan tepat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menyebut transportasi laut berperan penting mempercepat penanganan bencana di Flores.

Moda tersebut membantu menjangkau wilayah terdampak sekaligus menyalurkan kebutuhan masyarakat secara cepat dan aman pascagempa NTT.

“Prioritas kami adalah memastikan transportasi laut dapat mendukung penanganan bencana. Baik itu untuk distribusi bantuan kemanusiaan maupun mobilisasi personel,” kata Masyhud dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Masyhud menjelaskan, transportasi laut diprioritaskan mengangkut logistik dasar, peralatan bencana, tenaga medis, relawan, serta personel tanggap darurat dan pemulihan.

Kemenhub membebaskan tarif 100 persen pengiriman bantuan kemanusiaan menggunakan kapal PSO PT PELNI bagi personel penanggulangan bencana.

“Apabila diperlukan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, kami dapat melakukan penyesuaian pola operasi kapal perintis. Sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak dengan lebih cepat dan efektif,” ucap Masyhud.

Masyhud juga menyampaikan, KM Tidar mengangkut bantuan kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju wilayah terdampak gempa Flores.

Bantuan dihimpun dari KSOP, Pelindo, TPS, pemangku kepentingan, dan masyarakat berupa kebutuhan pokok serta makanan bayi.

“Sementara, bantuan dari kantor pusat Kemenhub akan dikirim melalui KM Tidar dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Agustus 2026. Kapal tersebut dijadwalkan menuju Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kupang untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujar Masyhud.

Selain KM Tidar, Kemenhub mengerahkan Kapal Negara (KN) NIPA untuk menyalurkan sembako, air bersih, obat-obatan, selimut, dan tenda dari Kupang.

KN NIPA berangkat dari Pelabuhan Kupang pada Selasa 18 Agustus 2026 pukul 00.31 WITA dan tiba 20 Agustus 2026.

“Pembongkaran bantuan dipusatkan di Pelabuhan Reo dan Maropokot yang termasuk wilayah terdampak cukup parah. Selain membawa bantuan, KN NIPA melakukan pemantauan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran di perairan Flores untuk menjaga keselamatan pelayaran,” kata Masyhud.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *