PravadaNews – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengabulkan permintaan Badan Urusan Logistik (Bulog) pada bulan lalu yang meminta tambahan kuota Minyakita untuk mengatasi kelangkaan di sejumlah pasar di Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, permintaan tambahan kuota setelah pihaknya melaporkan kondisi ketersediaan Minyakita di pasar kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
“Jadi terkait MinyaKita kosong, kemarin kami sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi MinyaKita yang kosong tersebut. Terus terang kami sudah mengajukan ke Kementerian Perdagangan untuk penambahan kuota,” kata Rizal bulan lalu.
Rizal menjelaskan, kelangkaan Minyakita terjadi karena kuota distribusi yang masih terbatas. Sehingga, kebutuhan pasar belum terpenuhi seluruhnya. Apalagi, dibarengi dengan program pemerintah.
Rizal menerangkan, skema distribusi yang berlaku saat ini yakni 35% dari Domestic Market Oblogation (DMO) yang dibagi ke tiga BUMN di antaranya; 70% Bulog, 20% ID Food, 10% Agrinas Palma Nusantara.
Baca Juga: Anomali Harga TBS Kelapa Sawit
Bulog, kata Rizal, mengajukan penambahan kuota DMO sebesar 65%. Rizal berharap pengajuannya dapat disetujui. Sehingga, bisa memenuhi kebutuhan pasar dan program bantuan pangan pemerintah.
“Oleh karena itu sesuai arahan dari Pak Mentan kemarin diperintahkan kita untuk menambahkan pengajuan kuota DMO-nya 65 persen. Harapannya bisa meng-cover untuk pasar dan termasuk untuk bantuan pangan,” pungkas Rizal.
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso (Busan) menegaskan, Minyakita tidak lagi digunakan untuk kebutuhan program bantuan pangan.
Seluruh pasokan Minyakita akan disalurkan ke pasar rakyat. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kelangkaan di pasar.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso (Busan) saat konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
“Jadi sekarang tidak ada lagi Minyakita untuk bantuan pangan. Semua akan didistribusikan ke pasar rakyat. sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan Minyakit,” kata Busan.
Busan menuturkan, Kemendag juga telah berkoordinasi dengan Perum Bulog, ID FOOD, serta produsen dan distributor untuk memastikan distribusi Minyakita. Busan menekankan, komoditas untuk bantuan pangan akan lebih bervariasi mengikuti kondisi harga














