Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Beranda / Ekonomi / Harbolnas 2026 Kejar Transaksi Rp40 T

Harbolnas 2026 Kejar Transaksi Rp40 T

PravadaNews – Desember kembali menjadi momentum bagi geliat perdagangan digital di Indonesia. Pemerintah bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) bersiap menggelar Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dengan harapan dapat mendorong aktivitas belanja masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui sektor perdagangan elektronik.

Tahun ini, gelaran Harbolnas dipatok dengan target transaksi yang lebih besar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai penjualan Harbolnas mencapai Rp40 triliun.

Target tersebut mencerminkan optimisme pemerintah terhadap potensi konsumsi masyarakat sekaligus peran industri e-commerce dalam menggerakkan perekonomian nasional menjelang akhir tahun.

“Tahun lalu (2025) capaian transaksi Harbolnas sebesar Rp36,4 triliun. Tahun ini ditargetkan minimal naik 10 persen atau menjadi Rp40 triliun,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Road to Harbolnas 2026 di Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurut Airlangga, peningkatan target nilai transaksi itu menjadi momentum krusial untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Sehingga dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2026.

Pelaksanaan Harbolnas tahun 2026 merupakan pelaksanaan tahun ke-14. Tahun ini Harbolnas akan digelar mulai tanggal 10-16 Desember 2026.

“Event ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri. Serta untuk memperkuat inklusi digital,” ujar Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pada tahun 2025, kontribusi transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun.

Jumlah itu sekira 45 persen dari total nilai transaksi tahun 2025 sebesar Rp36,4 triliun.

“Tiga katagori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan dan produk makanan minuman,” ujar Airlangga.

Harbolnas tahuni ini, lanjutnya, tidak hanya mencakup promosi barang, tapi juga promosi layanan dan jasa. Seperti layanan akomodasi, tiket transportasi, dan layanan kasa lainnya.

Platform yang berpatisipasi juga diperluas, tidak hanya fokus pada platform lokapasar (marketplace).

Tapi juga platform perdagangan digital lainnya seperti Online Travel Agent (OTA), ride-hailing, social commerce, hingga berbagai platform layanan digital.

“Perluasan tersebut sebagai implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 tahun 2026. Permendag tersebut mengatur tentang penyelenggaraan usaha perdagangan melalui sistem elektronik,” kata Budi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *