PravadaNews – Pergerakan wisatawan nusantara masih mendominasi perputaran ekonomi sektor pariwisata domestik, dengan Pulau Jawa sebagai tujuan utama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari–Juli 2026 tercatat 737,85 juta total perjalanan wisatawan nusantara. Adapun sebanyak 63,78% perjalanan tercatat menuju ke berbagai daerah di Pulau Jawa pada Juli 2026.
Melihat besarnya potensi pasar tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoptimalkan jaringan konektivitas antardestinasi sekaligus menggelar program diskon tiket hingga 30% pada KAI Expo 2026 yang berlangsung pada 4–6 September 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.
Melalui pameran ini, PT KAI menawarkan skema diskon bertahap untuk tiket kereta api komersial yang dapat dibeli langsung di lokasi acara.
Potongan harga sebesar 30% diberikan untuk keberangkatan 41–45 hari sejak tanggal pembelian. Selain itu, tersedia diskon 10% untuk jadwal keberangkatan 6–40 hari, serta diskon 5% untuk keberangkatan 0–5 hari.
Strategi penawaran tersebut didukung oleh kesiapan infrastruktur operasional. Saat ini, KAI mengoperasikan 246 perjalanan yang menghubungkan 380 stasiun aktif di Pulau Jawa, mulai dari wilayah perkotaan hingga perdesaan.
Di Jawa Timur, layanan kereta api menghubungkan Surabaya, Malang dan Blitar untuk menawarkan wisata perkotaan, kuliner, sejarah, ataupun budaya.
Jalur rel itu juga menjadi akses pendukung menuju kawasan peninggalan Majapahit di Trowulan via Mojokerto serta kawasan Bromo via Probolinggo.
Sementara di Jawa Barat, layanan kereta api menghubungkan berbagai wilayah seperti Karawang, Cirebon, Bandung, Garut, maupun Tasikmalaya.
Pada saat yang sama, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut positif langkah tersebut. Kemenpar menilai, penguatan akses transportasi berbasis rel menjadi instrumen penting dalam menjaga laju mobilitas wisatawan lokal.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan kemudahan mobilitas antarwilayah berkontribusi langsung pada efisiensi perjalanan wisatawan menuju berbagai destinasi.
“Akses merupakan salah satu elemen penting dalam pengembangan pariwisata. Layanan KAI, khususnya di Pulau Jawa, menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Perjalanan dengan kereta api juga menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat menikmati beragam pemandangan selama perjalanan menuju destinasi,” ujar Made, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Kemenpar berharap aktivitas perjalanan wisatawan nusantara dapat meningkat konsisten hingga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah melalui program ini.















