PravadaNews – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menanggapi klaim dari mitranya asal Yordania, dengan mempertanyakan berapa lama Teheran harus menunggu sebelum merespons pihak agresor yang melanggar kedaulatan Iran.
Dalam sebuah unggahan berbahasa Arab di akun X miliknya pada Jumat (4/9/2026), Araghchi menanggapi komentar Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi.
Safadi sebelumnya mengklaim bahwa Iran menyerang Yordania dan negara-negara lain di kawasan tersebut hanya dua jam setelah dimulainya agresi perang AS, sehingga serangan Iran itu tidak dapat dianggap sebagai sebuah respons.
Araghchi menepis argumen tersebut dengan menyoroti penggunaan wilayah udara, wilayah darat, dan perairan negara-negara Arab dalam serangan awal AS terhadap Iran.
“Menurut Menteri Luar Negeri Yordania, berapa lama Iran harus menunggu sebelum merespons agresor yang tidak menghormati kedaulatan negara-negara Arab ataupun kedaulatan Iran?” tanya Araghchi, melansir dari Kantor Berita IRNA, dikutip Sabtu (5/9/2026).
“Dan apakah dia (Safadi) benar-benar tidak menyadari bahwa wilayah udara, wilayah darat, dan perairan Arab digunakan dalam serangan awal AS yang mengakibatkan tewasnya warga Iran yang tidak berdosa?” tambah Menteri Luar Negeri Iran tersebut.















