Beranda / Infotaiment / Dorong Pengembangan IP Film ‘Desember Jani’

Dorong Pengembangan IP Film ‘Desember Jani’

PravadaNews – Pengembangan pemasaran film nasional, seperti Desember Jani, didorong  Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) agar tidak berhenti pada masa penayangan di bioskop saja. 

Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menilai sebuah film yang memiliki Intellectual Property (IP) kuat dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang bisnis di subsektor ekonomi kreatif lainnya. 

“Kalau suatu film memiliki Intellectual Property (IP) yang kuat, kita bisa melihat seperti apa IP tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang ekonomi kreatif, termasuk produksi merchandise, kolaborasi dengan subsektor lain, hingga ada sumber pendapatan atau royalti yang berkelanjutan,” ungkap Irene dalam pertemuan bersama Palari Films yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, dikutip Sabtu (5/9/2026). 

Menurut Irene, kementeriannya terbuka untuk menyediakan berbagai strategi pemasaran yang inklusif, seperti menghubungkan kreator film ke berbagai komunitas.

Untuk film Desember Jani, Irene menyebut pihak Kementerian Ekraf perlu melihat filmnya terlebih dahulu sebelum tayang ke publik untuk memahami alur dan kekuatan ceritanya.

Langkah ini dilakukan guna menentukan strategi kolaborasi yang tepat, seperti melibatkan komunitas perempuan hingga pejuang kuliner.

“Jadi, promosi film bukan sekadar hard selling, tetapi membangun percakapan dan pengalaman yang relevan dengan penonton,” lanjut Wamen Ekraf Irene.

Menanggapi hal tersebut, Associate Producer Desember Jani, Tunggal Pawestri, berharap filmnya dapat menjadi bagian dari percakapan publik lewat dukungan berbagai pihak.

“Kami berharap bagaimana Film Desember Jani bisa diamplifikasi dan menjadi bagian dari percakapan publik. Kemudian bersama mencari potensi kolaborasi seperti nonton bareng (nobar) dengan komunitas-komunitas yang relevan dengan filmnya,” ucap Pawestri dalam kesempatan yang sama.

Film Desember Jani sendiri mengisahkan drama keluarga yang menyoroti kehidupan empat perempuan lintas generasi. 

Cerita berfokus pada dinamika ibu tunggal bernama Winnie, yang diperankan oleh Sigi Wimala, dalam mengurus keluarga dan mengatasi masalah komunikasi dengan anaknya.

Sebagai catatan, film itu diproduksi oleh Palari Films yang sebelumnya telah membuat sejumlah karya film nasional seperti Posesif (2017), Aruna & Lidahnya (2018), hingga Ali & Ratu Ratu Queens (2021).

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *