Ilustrasi bandara alternatif. (Foto: Purnomo/PravadaNews)

Beranda / Nasional / Menhub Siapkan Bandara Alternatif Hadapi Abu Anak Krakatau

Menhub Siapkan Bandara Alternatif Hadapi Abu Anak Krakatau

PravadaNews – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu operasional sejumlah bandara membuat pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga konektivitas penerbangan tetap berjalan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyiapkan lima bandara alternatif sebagai opsi pengalihan penerbangan apabila kondisi sejumlah bandara terdampak belum memungkinkan untuk kembali beroperasi.

Lima bandara yang disiapkan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Adi Sumarmo di Surakarta, serta Yogyakarta International Airport.

Penyiapan bandara alternatif menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengantisipasi dampak lanjutan sebaran abu vulkanik terhadap aktivitas penerbangan.

Selain menjaga keselamatan, langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi penumpukan penumpang dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan ketika bandara tertentu harus ditutup sementara.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Keputusan terkait operasional bandara akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan serta informasi keselamatan penerbangan yang diterima dari instansi terkait.

“Kelima bandara itu disiapkan sebagai bandara alternatif untuk mengantisipasi gangguan operasional pada tujuh bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujar Dudy, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan pembaruan terakhir pada Senin (7/9) pukul 12.10 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teramati pada ketinggian sekitar 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot.

Sementara, berdasarkan prakiraan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), sebaran abu vulkanik diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 06.10 WIB pada Selasa (8/9).

Menurut Dudy, pemerintah perlu memastikan arah pergerakan abu vulkanik sebelum memutuskan pembukaan kembali bandara yang terdampak.

Hal itu penting karena arah angin dapat berubah dan berpotensi kembali membawa abu vulkanik ke wilayah bandara.

Untuk mempercepat pemulihan, Bandara Juanda akan meningkatkan kapasitas penerbangan.

Salah satunya melalui perubahan penggunaan pesawat Singapore Airlines dari Boeing 737-800 menjadi Airbus A350.

Penggunaan pesawat berbadan lebar itu ditujukan untuk mengangkut lebih banyak penumpang yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.

“Ini dilakukan agar bisa mengangkut penumpang yang ada di Singapura dalam jumlah yang besar begitu juga penumpang yang dari Indonesia atau dari Surabaya atau dari Jakarta yang akan berangkat ke Singapura atau negara lain,” ujar Dudy.

Pemerintah juga menambah empat penerbangan domestik dari sejumlah daerah, yakni Denpasar, Batam, Makassar, dan Pekanbaru.

Tambahan penerbangan juga disiapkan melalui Bandara Ahmad Yani Semarang dengan melayani rute dari Makassar, Denpasar, Labuan Bajo, dan Lombok.

Sementara itu, Saudi Airlines akan mengoperasikan penerbangan melalui Yogyakarta International Airport.

Adapun Bandara Kertajati telah melayani penerbangan internasional Garuda Indonesia dari dan menuju Jeddah, Madinah, serta Amsterdam.

Lion Air juga dijadwalkan mengoperasikan penerbangan dari Kertajati menuju Jeddah.

Dudy memastikan penumpang yang penerbangannya dibatalkan tetap memperoleh hak sesuai ketentuan, termasuk pengembalian biaya tiket atau refund secara penuh sebesar 100 persen.

Pemerintah juga memberikan relaksasi izin keimigrasian bagi warga negara asing yang mengalami kelebihan masa izin tinggal akibat pembatalan penerbangan.

“Yang paling penting adalah kami bekerja sama dengan pihak imigrasi, kita memberikan relaksasi izin terhadap penumpang warga negara asing yang melewati batas izin karena pembatalan penerbangan,” kata Dudy.

Untuk mendukung pengalihan penumpang ke bandara alternatif, InJourney Airports bersama sejumlah pihak menyiapkan transportasi lanjutan secara gratis.

Transportasi tersebut berupa bus yang bekerja sama dengan Damri serta kereta api bersama PT KAI menuju dan dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai, Kertajati harus tetap dipertahankan sebagai bandara internasional sekaligus bagian dari infrastruktur strategis nasional.

Menurut Hasanuddin, keberadaan Kertajati memiliki nilai penting karena lokasinya berada di kawasan tengah Jawa Barat.

Posisi tersebut membuat Kertajati dinilai tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk dan keluar wilayah Jawa Barat, tetapi juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi yang membutuhkan akses penerbangan internasional.

Keberadaan bandara dengan status internasional juga dinilai penting untuk mendukung konektivitas antardaerah serta membuka peluang bagi pergerakan masyarakat, perdagangan, pariwisata, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Karena itu, keberlangsungan Kertajati sebagai bandara internasional perlu dipandang sebagai bagian dari kepentingan strategis jangka panjang Jawa Barat.

“Bandara Kertajati berada di tengah-tengah Jawa Barat dan dapat menjadi alternatif strategis apabila bandara-bandara di Jakarta tidak dapat digunakan,” ujar TB Hasanuddin, Senin (7/9).

Hasanuddin mencontohkan erupsi Gunung Anak Krakatau yang saat ini kembali terjadi. Menurutnya, aktivitas vulkanik tersebut berpotensi mengganggu operasional penerbangan di wilayah Jakarta jika kondisi memburuk.

“Peristiwa seperti ini bisa terjadi kembali. Karena itu, kita harus memiliki bandara alternatif yang dapat diandalkan,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin menegaskan, jika terdapat rencana menjadikan Kertajati sebagai Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) untuk kepentingan Amerika Serikat.

Dengan mengurangi fungsi strategisnya sebagai bandara internasional, hal tersebut perlu dikaji secara serius agar tidak merugikan kepentingan Indonesia.

“Kalau benar ada rencana Kertajati dijadikan MRO demi kepentingan Amerika, tentu harus dipertimbangkan kembali karena kepentingan strategis Indonesia harus menjadi prioritas,” kata Hasanuddin.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *