Ilustrasi stok beras. (Foto; PravadaNews/AI)

Beranda / Ekonomi / Harga Beras Naik Tanggung Jawab Siapa?

Harga Beras Naik Tanggung Jawab Siapa?

PravadaNews – Harga beras di pasaran mulai alami kenaikan hal itu disebabkan berkurangnya produksi beras karena Indonesia tengah memasuki musim paceklik.

“Jadi di pasaran masih ada suplai dari petani,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Untuk tahun ini, musim kemarau cenderung lebih kering. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan beras dari petani ke pasar berkurang. Karena pasokan berkurang dan permintaan yang banyak, maka harga beras alami kenaikan sebesar Rp100 hingga Rp200.

“Kita sebut paceklik atau gadu. Jadi enggak ada produksi. Oleh karena itu, karena supply and demand, tidak ada produksi pasti harganya naik. Ada naik Rp100, Rp200,” kata Zulkifli Hasan.

Di kesempatan yang berbeda, Anggota Komisi VI DPR RI Imas Aan Ubudiyah meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil langkah konkret mengendalikan harga beras. Desakan itu muncul setelah harga beras dilaporkan naik di sejumlah wilayah.

Imas menilai kenaikan harga beras perlu segera diantisipasi pemerintah. Beras merupakan kebutuhan pangan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia hampir setiap hari.

Imas menyoroti kondisi tersebut karena stok beras pemerintah disebut mencapai sekitar 5,1 juta ton. Menurutnya, stok yang melimpah semestinya dapat membantu menjaga pasokan dan harga beras di masyarakat.

“Kami menerima informasi di masyarakat terkait naiknya harga beras,” ujar Imas Aan di Jakarta, dikutip Selasa (8/9/2026).

Menurut Imas, persoalan harga beras tidak cukup dilihat dari sisi perdagangan. Pemerintah juga harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Kenaikan harga beras, kata Imas, dapat menggerus daya beli masyarakat. Kondisi itu dinilai paling terasa bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sebagian besar pendapatannya digunakan untuk kebutuhan pokok.

“Bagi masyarakat yang pendapatannya terbatas, kenaikan harga beras sekecil apa pun akan terasa,” kata legislator Fraksi PKB tersebut.

Imas kemudian mempertanyakan penyebab harga beras tetap naik ketika stok pemerintah mencapai sekitar 5,1 juta ton. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditelusuri pemerintah.

“Kalau stok beras pemerintah mencapai 5,1 juta ton, tetapi harga beras di masyarakat tetap tinggi, tentu harus dicari tahu persoalannya,” tegas Imas.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *