PravadaNews – Ancaman kekeringan dan dampak fenomena El Nino menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Di tengah potensi gangguan terhadap produksi pertanian, pemerintah mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi potensi kekeringan serta dampak El Nino terhadap sektor pangan.
Langkah tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memastikan produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional tetap aman.
“Pangan kita aman khususnya beras ditengah krisis pangan, energi dan air dibelahan dunia bahkan ada El Nino ekstrem Godzilla. Kita antisipasi atas arahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Amran dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Pemerintah telah mempersiapkan embung-embung, pompanisasi dan irigasi sehingga sawah tidak kekeringan.
Pemerintah mengoptimalisasi pemanfaatan sawah dan rawa untuk meningkatkan produksi padi.
Menurut Mentan, upaya dari pemerintah telah membuahkan hasil dengan meningkatnya produksi beras.
Amran menjelaskan, standing crop atau tanaman padi yang masih ada di sawah dan siap dipanen mencapai sekitar 3,8 juta hektare.
Volume produksi padi pada standing crop mencapai 10 juta ton.
Selanjutnya yang berada disektor rumah tangga, hotel, restoran dan kafe (horeka) 10 juta ton.
Adapun pasokan beras di gudang Bulog mencapai 5 juta ton.
Dengan demikian total stok beras nasional 25-26 juta ton.
“Kebutuhan (konsumsi) 2,5-2,6 juta ton perbulan. Artinya cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan,” ujar Amran.
Selain swasembada beras, Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan ekspor beras ke sejumlah negara seperti Malaysia.
Capaian keberhasilan pangan Indonesia, tidak perlu menunggu empat tahun.
“Bukan saja aman tetapi kita ekspor ke Malaysia, beberapa negara lagi melalui Bulog akan ekspor dan ini sejarah baru untuk RI. Termasuk Palestina 10 ribu ton, ini satu kebanggan kita, itu perintah presiden,” tegas Amran.















