Gubernur Banten, Andra Soni saat ditanyai wartawan. (Foto: Dok: Intan Afrida Rafni).

Beranda / Nasional / Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Dihentikan

Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Dihentikan

PravadaNews – Sepuluh hari pencarian telah dilakukan untuk menemukan lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau. Namun, upaya penyisiran melalui laut hingga udara belum juga menemukan keberadaan mereka maupun KM Arupadhatu I yang ditumpangi.

Setelah mengerahkan berbagai unsur dan memperluas area pencarian, operasi SAR gabungan akhirnya resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026), tepatnya di hari ke-10 pencarian. Penghentian operasi tersebut diumumkan Gubernur Banten Andra Soni di Posko SAR Gabungan Marina Carita, Pandeglang, Banten.

Andra Soni mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan pelaksanaan operasi pencarian yang telah berlangsung selama 10 hari tetapi belum membuahkan hasil.

“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” kata Andra Soni, yang dikutip Jumat (18/9/2026).

Meski operasi SAR gabungan dihentikan, upaya untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan rombongan tersebut tidak sepenuhnya berakhir.

Tim SAR telah berkoordinasi dengan nelayan dan masyarakat sekitar agar segera melaporkan apabila menemukan benda atau petunjuk yang diduga berkaitan dengan KM Arupadhatu I. Nantinya, setiap informasi baru yang diterima, akan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pencarian kembali di lokasi yang dilaporkan.

“Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terima kasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini,” kata Andra Soni.

Selama 10 hari operasi, Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran secara luas di sejumlah wilayah. Sebanyak 22 alat utama laut dikerahkan untuk menyisir area sekitar 3.439 mil laut persegi yang dibagi menjadi delapan sektor pencarian.

Penyisiran dilakukan mulai dari perairan Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau, Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Anyer-Carita, Pulau Sebesi, Pulau Sibuku hingga perairan Lampung. Koordinasi pencarian juga diperluas ke Bengkulu dan sekitar Pulau Enggano.

Selain melalui laut, pencarian dilakukan dari udara menggunakan dua unit drone thermal milik Basarnas. Sejumlah unsur dari Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya turut dilibatkan.

Tim SAR sempat menemukan sejumlah benda mengapung selama operasi berlangsung, termasuk life jacket. Namun, setelah dilakukan konfirmasi kepada pemilik kapal, alat keselamatan tersebut dinyatakan bukan berasal dari KM Arupadhatu I.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad sebelumnya mengatakan seluruh sumber daya telah dioptimalkan untuk mencari rombongan tersebut.

“Penyisiran dilakukan di sejumlah wilayah Perairan Selat Sunda, termasuk sekitar Gunung Anak Krakatau, Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Sebesi, hingga perairan Lampung. Namun, sampai dengan operasi berakhir, hasil pencarian masih nihil,” kata Al Amrad.

Dengan berakhirnya operasi SAR gabungan, hingga hari kesepuluh belum ditemukan petunjuk terverifikasi mengenai keberadaan KM Arupadhatu I maupun lima jurnalis yang berada di dalam rombongan tersebut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *