PravadaNews – Gangguan kulit seperti eksim dan psoriasis membuat sebagian masyarakat mencari pilihan perawatan tambahan, termasuk terapi ozon yang disebut memiliki potensi membantu mengurangi peradangan dan mengatasi mikroorganisme penyebab masalah kulit.
Terapi ozon dikenal dengan metode yang menggunakan gas ozon (O₃) untuk memberikan efek terapeutik melalui proses oksidasi dalam tubuh, termasuk membantu meningkatkan suplai oksigen serta mendukung respons sistem kekebalan.
Alodokter menjelaskan, ozon memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur yang membuat terapi ini mulai digunakan sebagai pendekatan alternatif pada sejumlah kondisi kesehatan, termasuk gangguan kulit tertentu.
Dalam penggunaannya pada kulit, terapi ozon dikaitkan dengan kemampuannya menghambat bakteri Staphylococcus aureus yang menjadi salah satu faktor penyebab eksim.
“Terapi ozon juga dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif dalam mengatasi masalah kulit seperti eksim. Manfaat ini berkat sifat antibakteri pada ozon yang mampu membasmi bakteri Staphylococcus aureus yang menjadi salah satu penyebab timbulnya eksim,” dilansir dari laman resmi Alodokter, Sabtu (19/9/2026).
Selain eksim, terapi ozon juga berpotensi membantu penderita psoriasis karena memiliki efek antinyeri serta dapat membantu mengendalikan respons peradangan pada lesi kulit.
Meski memiliki sejumlah potensi manfaat, terapi ozon belum menjadi pengobatan utama karena bukti medis mengenai efektivitas dan keamanannya masih terus dikaji melalui penelitian serta uji klinis.
Alodokter mengingatkan masyarakat agar tidak menjalani terapi ozon secara sembarangan karena prosedur yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan, sehingga konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum melakukan perawatan.
Sementara itu, perhatian terhadap ozon juga diperingati melalui Hari Ozon Sedunia yang jatuh setiap 16 September sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lapisan ozon.
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperingati Hari Ozon Sedunia 2026 dengan melakukan aksi pemadaman lampu selama satu jam pada sejumlah titik ikonik Jakarta sebagai bagian dari kampanye hemat energi dan kepedulian lingkungan.
Aksi tersebut dilakukan di beberapa lokasi seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Selamat Datang, Patung Jenderal Sudirman, hingga kawasan Balai Kota Jakarta pada Sabtu (19/9).
Melalui momentum Hari Ozon Sedunia, masyarakat diingatkan upaya menjaga lingkungan juga berkaitan dengan kesehatan manusia, termasuk mengurangi risiko paparan radiasi ultraviolet yang berlebihan terhadap kulit.















