Ilustrasi Stok Beras. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Mentan Sebut Stok Beras Bulog Masih 4,6 Juta Ton

Mentan Sebut Stok Beras Bulog Masih 4,6 Juta Ton

Pravadanews – Memasuki penghujung 2026, pemerintah memastikan ketersediaan beras masih dalam kondisi mencukupi. Stok yang tersimpan di gudang Perum Bulog saat ini disebut masih mencapai sekitar 4,6 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan, jumlah tersebut dianggap lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada saat itu, stok beras Bulog berada di kisaran 1 juta hingga maksimal 2 juta ton.

“Stok kita di Bulog, hari ini masih ada 4,6 juta ton. Dulu kalau bulan seperti ini hanya 1 juta ton, 2 juta ton, maksimal 2 juta ton. Sekarang dua kali lipat,” ujar Amran dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (19/9/2026).

Besarnya stok beras tersebut menjadi salah satu penopang pemerintah dalam menjalankan program pangan. Salah satunya adalah penyaluran bantuan beras kepada masyarakat.

Sepanjang 2026, pemerintah mengalokasikan hingga sekitar 2,6 juta ton beras untuk program bantuan pangan. Alokasi tersebut terdiri atas sekitar 664.000 ton untuk periode Februari-Maret, 997.000 ton pada Juli-September, serta estimasi 997.000 ton untuk Oktober-Desember.

Khusus periode Oktober-Desember 2026, bantuan pangan beras bakal disalurkan kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Masing-masing penerima akan memperoleh beras sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan.

Di sisi lain, Amran menyebut kondisi stok beras saat ini turut ditopang oleh produksi petani dalam negeri. Menurut Amran, beras yang disalurkan kepada warga melalui program bantuan pangan saat ini berasal dari produksi domestik.

“Nah, ini dulu berasnya dari Pakistan, India, Thailand. Hari ini, satu tahun saja dibawa ke pemimpin Bapak Presiden, swasembada beras ini dari petani Indonesia dan untuk rakyat Indonesia,” ucap Amran.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memutuskan melanjutkan bantuan beras hingga akhir tahun sebagai bagian dari langkah menghadapi potensi dampak El Nino.

“Bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).

Program bantuan pangan beras sendiri telah berjalan sejak 2023 dengan memanfaatkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Realisasi bantuan tercatat sekitar 1,49 juta ton pada 2023, meningkat menjadi sekitar 1,97 juta ton pada 2024, kemudian menjadi 710,78 ribu ton pada 2025.

Sementara pada 2026, penetapan penerima bantuan pangan beras menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan pemerintah bersama instansi terkait.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *