PravadaNews – Perang Rusia dan Ukraina kembali menunjukkan eskalasi. Kali ini, serangan drone Ukraina berhasil mencapai Moskow dan menghantam salah satu kilang minyak utama di ibu kota Rusia itu.
Serangan tersebut terjadi pada Minggu (20/9/2026), bertepatan dengan hari ketiga sekaligus hari terakhir pemilihan parlemen Rusia.
Staf Umum Ukraina menyatakan target utama serangan tersebut adalah Gazpromneft-Moscow Oil Refinery yang berada di distrik Kapotnya, Moskow. Fasilitas itu merupakan salah satu kilang minyak terbesar di Rusia berdasarkan volume pengolahan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan, serangan jarak jauh yang dilakukan negaranya memberikan dampak signifikan terhadap sejumlah sasaran di wilayah Moskow.
“Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam,” kata Zelensky dalam pernyataannya melalui Telegram, dikutip dari CNN, Minggu.
Zelensky mengatakan fasilitas yang menjadi sasaran serangan menghasilkan pendapatan hingga miliaran dolar yang digunakan untuk menopang operasi militer Rusia.
Sementara itu, Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin membenarkan sejumlah drone yang berhasil mencapai kawasan kilang minyak Moskow. Namun, Sobyanin menyebut sebagian besar drone berhasil ditembak jatuh.
“Meski demikian, beberapa drone mencapai wilayah Kilang Moskow dan satu menghantam sebuah bangunan tempat tinggal,” kata Sobyanin.
Diketahui, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sebanyak 1.110 drone Ukraina dan wahana udara nirawak lainnya berhasil dicegat dan dihancurkan dalam serangan semalam. Sementara Sobyanin menyebut lebih dari 1.600 drone telah ditembak jatuh di seluruh Rusia sejak Sabtu, sekitar 450 di antaranya disebut mengarah ke Moskow.
Serangan tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobiev mengatakan dua orang tewas dan 20 lainnya terluka, termasuk tiga anak, akibat serangan semalam.















