Ilustrasi Gas LPG 3 Kg. (Foto dok: pravadanews ) 

Beranda / Ekonomi / Pemerintah Siapkan Alternatif LPG 3 Kg

Pemerintah Siapkan Alternatif LPG 3 Kg

PravadaNews – Pemerintah mulai serius mencari jalan keluar untuk menekan ketergantungan impor LPG yang selama ini mencapai jutaan ton per tahun.

Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif tabung LPG 3 kilogram.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman memastikan proyek percontohan penggunaan CNG akan mulai berjalan pada tahun ini.

“Tahun ini sudah akan ada beberapa pilot project. Tahun ini sudah ada,” ujar Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Kamis (14/5/2026).

Meski demikian, pemerintah masih melakukan kajian mendalam terkait aspek keselamatan sebelum implementasi dilakukan secara luas.

Proses tersebut melibatkan sejumlah lembaga seperti Badan Standardisasi Nasional, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian Ketenagakerjaan.

Laode menegaskan pemanfaatan CNG nantinya dilakukan secara bertahap dan belum akan menggantikan LPG subsidi secara masif dalam waktu dekat.

“Sebenarnya alternatif dan pengganti kan artinya sama ya. Cuman kalau kita bilang pengganti itu masif sama besar, kalau alternatif kita ada tahapan-tahapannya. Yang benar itu kita ada tahapan-tahapannya,” terang Laode.

Saat ini, Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG dengan volume mencapai sekitar 7 juta ton per tahun.

Kondisi tersebut membuat pemerintah terus mencari sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan dan memanfaatkan potensi gas domestik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengaku pihkanya sedang mengkaji berbagai opsi pengganti LPG karena produksi bahan baku LPG di dalam negeri masih terbatas.

“Hampir tiap malam kita tidak istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya, dan salah satu problem kita di Indonesia kenapa tidak bisa kita membangun industri LPG adalah bahan baku LPG itu C3, C4 dan itu produksi di kita tidak terlalu banyak,” ujar Bahlil.

Sebagai solusi, pemerintah kini menyiapkan strategi transisi energi melalui pengembangan dimetil eter (DME) dan pemanfaatan CNG.

Menurut Bahlil, Indonesia memiliki pasokan bahan baku gas untuk CNG yang jauh lebih melimpah dibanding LPG.

“(CNG) dari gas cair C1, C2. Dan itu industri di dalam negeri kita banyak. Tetapi dia memakai satu alat yang kemudian bisa ditekan sampai dengan 250 sampai 400 bar, tekanannya sehingga pemakaiannya itu bisa baik,” jelas Bahlil.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *