Potret cabai rawit dan cabai merah. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Kementan Percepat Tanam Cabai Jaga Stok Jelang Nataru

Kementan Percepat Tanam Cabai Jaga Stok Jelang Nataru

PravadaNews – Proyeksi penurunan luas panen cabai rawit merah pada Oktober membuat Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pertanaman baru di sejumlah daerah sentra untuk menjaga pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan karena produksi cabai membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum dapat masuk ke pasar.

Data Kementan mencatat luas panen cabai rawit merah di kabupaten sentra pada September mencapai 11.774 hektare dengan produksi sekitar 86.794 ton, sedangkan pada Oktober diperkirakan turun menjadi 9.883 hektare dengan produksi sekitar 79.836 ton.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Sudi Mardianto, mengatakan kondisi produksi cabai rawit merah secara nasional masih tersedia, meskipun terdapat perubahan luas panen antarperiode.

Berdasarkan paparan Kementan, produksi cabai rawit merah pada minggu kedua tercatat meningkat menjadi sekitar 132 ribu ton dibandingkan minggu sebelumnya yang berada di kisaran 119 ribu ton, sementara ketersediaan cabai merah berada di sekitar 105 ribu ton.

Diketahui, pertanaman baru menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menjaga pasokan dalam beberapa bulan ke depan, terutama saat kebutuhan meningkat pada akhir tahun. 

“Diharapkan dengan adanya pertanaman di daerah-daerah yang tadi disampaikan Pak Deputi, dalam 3–4 bulan ke depan kita dapat mengendalikan harga cabai rawit sehingga tidak terjadi lonjakan yang berkelanjutan,” ujar Sudi dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).

Program pengembangan kawasan cabai, jelasnya, perlu segera dijalankan oleh pemerintah daerah dengan memastikan kondisi pendukung, terutama ketersediaan air untuk kegiatan budidaya.

Selain itu, sejumlah daerah juga mulai menyiapkan cadangan produksi melalui pertanaman yang dikoordinasikan oleh champion cabai di wilayah sentra. 

“Sebagai contoh, di Aceh Tengah ada 5 hektare, Sukabumi ada 7 hektare, dan Lombok Timur ada 10 hektare. Ini menjadi cadangan agar daerah-daerah yang dikoordinir oleh para champion ini nantinya dapat memberikan suplai ke daerah yang mengalami defisit,” kata Sudi.

Untuk cabai merah besar, perkembangan produksi menunjukkan kondisi berbeda karena luas panen diproyeksikan meningkat dari 5.502 hektare pada September dengan produksi 56.622 ton menjadi 6.482 hektare pada Oktober dengan produksi 74.485 ton.

Sudi menyampaikan, Kementan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan luas tanam cabai merah agar informasi mengenai ketersediaan pasokan dapat terus diperbarui.

Di sisi lain, faktor cuaca menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam kegiatan pertanaman karena sebagian wilayah Indonesia masih menghadapi kondisi kering pada September 2026. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 81% Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau hingga dasarian pertama September 2026, dengan sejumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan berkepanjangan.

BMKG juga menyebut kondisi atmosfer kering masih mendominasi sejumlah wilayah pada pertengahan September 2026, meskipun hujan lokal tetap berpeluang terjadi di beberapa daerah. Kondisi tersebut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan air untuk sektor pertanian. 

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *