Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Dok. Aljazeera).

Beranda / Mancanegara / Trump Bakal Bentuk “AI Force” untuk Awasi Perkembangan Kecerdasan Buatan

Trump Bakal Bentuk “AI Force” untuk Awasi Perkembangan Kecerdasan Buatan

PravadaNews – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mendapat perhatian khusus dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Pasalnya, teknologi tersebut dianggap akan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi sekaligus persaingan teknologi global.

Untuk mengawasi hal tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana akan membentuk “AI Force”, sebuah kelompok yang bertugas untuk mengawasi sekaligus mendorong perkembangan industri kecerdasan buatan di AS.

Trump mengaku, tak ingin perkembangan industri AI di AS terhambat. Sebab, AI dianggap sebagai revolusi industri yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi AS.

“Kami sama sekali tidak akan menghalangi atau menghambat pertumbuhan industri yang luar biasa ini. Kami akan menghargainya, membantunya, dan mengawasinya seiring pertumbuhannya” ujar Trump, dikutip dari Aljazeera, Senin (21/9/2026).

Lebih lanjut, Trump membandingkan rencana pembentukan AI Force dengan Space Force, cabang militer Amerika Serikat yang dibentuk pada masa jabatan pertamanya.

Selain membentuk AI Force, Trump juga berencana menunjuk “AI czar” baru yang akan menjadi penasihat utama pemerintah dalam mengawasi perkembangan industri kecerdasan buatan. Namun, Trump belum menyebutkan secara rinci siapa yang akan terlibat dalam posisi tersebut.

Namun, jika diperhatikan, rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai pesatnya perkembangan AI. Banyak dari para pemimpin perusahaan teknologi dan peneliti keamanan AI mengingatkan Trump agar perkembangan teknologi tersebut tidak melampaui kemampuan manusia untuk mengelola risikonya.

Tetapi Trump menepis kekhawatiran itu, dirinya yakin bahwa perkembangan AI tidak dapat mengambil alih kehidupan manusia. Bahkan, teknologi tersebut dipastikan tidak akan menguasai dunia sebagaimana kekhawatiran yang disampaikan sejumlah pihak.

“AI tidak akan mengambil alih seluruh dunia,” kata Trump.

Pemerintahan Trump juga menunjukkan dukungan terhadap pembangunan pusat data yang menopang industri AI. Sikap tersebut muncul ketika sejumlah komunitas di AS menyoroti kebutuhan energi dan sumber daya alam pusat data serta dampaknya terhadap biaya listrik masyarakat.

Meski menghadapi berbagai kekhawatiran tersebut, Trump tetap menempatkan pengembangan AI sebagai salah satu sektor penting bagi AS, termasuk dalam menghadapi persaingan teknologi dengan China.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *