Beranda / Ekonomi / Bulog Buka Suara soal Rencana Impor Kedelai

Bulog Buka Suara soal Rencana Impor Kedelai

PravadaNews – Perum Bulog buka suara tentang rencana pemerintah terkait impor kedelai melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan pelat merah itu disebut siap menjalankan impor kedelai apabila mendapatkan penugasannya.

Direktur Utama Perum Bulog,Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu perintah resmi terkait pelaksanaan impor komoditas tersebut.

“Nah, kami tunggu, tinggal nunggu perintah saja. Kalau diperintah, kami berangkat. Kami laksanakan,” ujar Ahmad Rizal saat dikonfirmasi yang dikutip Sabtu (26/9/2026).

Menurut Rizal, Bulog hingga kini belum menerima surat penugasan untuk melakukan impor kedelai. Oleh karena itu, perusahaan masih menunggu arahan lebih lanjut sebelum mengambil langkah terkait pengadaan kedelai dari luar negeri.

Meskipun begitu, kata Rizal, pihaknya akan menjalankan penugasan tersebut apabila nantinya mendapatkan perintah dari Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

“Kalau perintah dari Pak Mentan, kami akan laksanakan,” ucap Rizal.

Bahkan, kata Rizal, Bulog sebelumnya pernah diminta untuk membuat surat pengajuan terkait rencana tersebut. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai waktu maupun perkembangan pengajuan tersebut.

“Buat surat untuk ngajukan itu juga pernah. Udah pernah,” ucap Rizal.

Sebelumnya, Indonesia disebut masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan tiga komoditas pangan, yakni daging, susu, dan kedelai. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, produksi dalam negeri untuk ketiga komoditas tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan nasional.

“Saat ini di tiga itu kita masih, masih kurang kan. Tiga itu ya daging, kemudian susu, sama kedelai,” ujar Amran di Gedung DPR RI, Rabu (16/9/2026).

Menurut Amran, pemerintah akan mengurangi ketergantungan impor secara bertahap dengan meningkatkan porsi produksi domestik. Upaya mencapai swasembada daging, susu, dan kedelai disebut membutuhkan waktu karena memiliki tantangan berbeda dibandingkan komoditas lain.

“Memang sapinya kita impor. Bagaimana supaya, tapi pelan-pelan yang tadinya mungkin 60-40, lama-lama 55. Lama-lama kita yang 60 dan seterusnya. Itu yang kita harapkan ke depannya,” jelas Amran.

Sementara itu, Amran mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan dari 11 komoditas pangan yang menjadi sasaran pemerintah, termasuk beras, jagung pakan, bawang merah, ayam, dan telur.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *