Ilustrasi kismis kuning. (Dok. Tangkapan layar Halodoc).

Beranda / Kesehatan / Manfaat dan Risiko Konsumsi Kismis Kuning

Manfaat dan Risiko Konsumsi Kismis Kuning

Pravadanews – Kismis kuning atau golden raisin kerap digunakan sebagai campuran kue, sereal hingga camilan. Meski berukuran kecil, buah anggur yang dikeringkan ini mengandung sejumlah nutrisi yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh.

Dikutip dari Halodoc, kismis kuning diketahui mengandung serat, kalium, zat besi, magnesium serta senyawa antioksidan. Kandungan tersebut membuat kismis dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Berdasarkan tinjauan ilmiah mengenai kismis, setiap 100 gram kismis mengandung sekitar 3,3-4,5 gram serat, 744-746 miligram kalium, 0,98-1,79 miligram zat besi dan sekitar 35 miligram magnesium.

Kismis juga mengandung senyawa fenolik, termasuk asam fenolat serta flavonol seperti quersetin dan kaempferol yang memiliki aktivitas antioksidan.

Melihat dari kandungan tersebut, maka salah satu manfaat kismis, yakni berkaitan dengan kesehatan pencernaan. Pasalnya, kandungan serat di dalam kismis kuning dapat membantu memperlancar proses buang air besar.

Dalam salah satu penelitian yang ditinjau, konsumsi sekitar 84 gram kismis per hari dikaitkan dengan peningkatan berat feses serta waktu transit makanan yang lebih singkat di dalam usus.

Selain pencernaan, kandungan kalium dan serat pada kismis juga dikaitkan dengan upaya menjaga tekanan darah. Kalium sendiri merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh, termasuk dalam menjaga fungsi otot dan saraf.

Kismis juga dapat menjadi sumber zat besi nabati. Zat besi dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel darah merah.

Namun, di balik kandungan nutrisinya, konsumsi kismis kuning tetap perlu memperhatikan porsinya.

Kismis merupakan buah yang telah melalui proses pengeringan sehingga kandungan gula alaminya menjadi lebih terkonsentrasi. Menurut WebMD, seperempat cangkir kismis mengandung sekitar 120 kalori dan 26 gram gula.

“Satu porsi kismis mengandung sekitar 26 gram gula,” demikian keterangan mengenai kandungan nutrisi kismis yang dirangkum WebMD, dikutip Senin (28/9/2026).

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan batas konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari. Artinya, konsumsi kismis perlu diperhitungkan bersama makanan dan minuman manis lainnya agar asupan gula harian tidak berlebihan.

Selain kandungan gula, hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan sulfur dioksida atau sulfit dalam proses pengolahan kismis kuning.

Kismis kuning sendiri diketahui diproses dengan sulfur dioksida. Tujuannya, untuk membantu mempertahankan warna keemasannya sehingga tidak berubah menjadi lebih gelap selama proses pengeringan.

Bagi orang yang sensitif terhadap sulfit, konsumsi makanan yang mengandung bahan tersebut dapat memicu reaksi tertentu.

Cleveland Clinic, yang dirangkum Halodoc, menjelaskan, penderita asma termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami reaksi terhadap sulfit. Gejalanya dapat berupa mengi, batuk, sesak napas hingga biduran.

Oleh karena itu, kismis kuning pada dasarnya dapat menjadi bagian dari pola makan, tetapi konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Seperti jumlah porsi, total asupan gula harian serta kemungkinan sensitivitas terhadap sulfit.

Dengan memperhatikan hal tersebut, manfaat nutrisi dari kismis dapat diperoleh tanpa mengabaikan potensi risiko akibat konsumsi yang berlebihan atau kondisi kesehatan tertentu.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *