Gubernur BI, Destry Damayanti saat menghadiri rapat dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta. (Dok. Tangkapan layar dari TV Parlemen).

Beranda / Ekonomi / BI Soroti Investasi Swasta Jadi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi

BI Soroti Investasi Swasta Jadi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi

PravadaNews – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, oertumbuhan ekonomi Indonesia justru disebut masih bertahan di atas 5 persen. Namun, dalam mempertahankannya, Bank Indonesia (BI) justru melihat terdapat tantangannya, yakni peran dari investasi swasta.

BI menilai investasi yang berjalan saat ini masih banyak berkaitan dengan investasi yang didorong pemerintah. Kondisi tersebut menjadi perhatian BI, terutama dalam upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk ke depan.

Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, saat ini, konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian. 

“Konsumsi rumah tangga juga masih tetap menjadi salah satu key driver dalam pertumbuhan ekonomi kita. Investasi juga, tapi memang investasi saat ini masih banyak didukung oleh investasi yang government-related,” ujar Destry di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Kondisi tersebut , menurut Destry, menjadi tantangan yang perlu diperhatikan agar investasi swasta bisa ikut mengambil peran yang lebih besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Apalagi investasi swasta dianggap penting lantaran untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap investasi yang berkaitan dengan pemerintah.

Sementara itu, perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat tumbuh 5,29 persen. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh sekitar 5,45 persen.

Pertumbuhan tersebut antara lain, kata Destry, didukung oleh pengeluaran pemerintah dan investasi. Konsumsi pemerintah serta sejumlah program strategis juga memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian domestik.

Melihat hal itu, Destry mengatakan, untuk tahun 2026, BI memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. Adapun pada 2027, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan meningkat ke kisaran 5,2 persen hingga 6 persen.

Namun, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2027 tersebut antara lain dibangun dengan asumsi meningkatnya investasi swasta, termasuk investasi dari Danantara.

“Kita berharap adanya kenaikan investasi swasta, termasuk investasi dari Danantara,” kata Destry.

BI selanjutnya akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Penguatan peran investasi swasta menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *