Pemanah Indonesia Nurisa Dian Ashrifah menambah koleksi medali Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Foto: Dok. NOC Indonesia)

Beranda / Olahraga / Hani Sumbang Emas Kelima Indonesia di Asian Games 2026

Hani Sumbang Emas Kelima Indonesia di Asian Games 2026

PravadaNews – Nurisa Dian Ashrifah atau yang akrab disapa Hani, datang ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tanpa memasang target tinggi. Pemanah Indonesia berusia 20 tahun itu hanya ingin menikmati pertandingan dan menembak dengan nyaman.

Namun, keinginan sederhana tersebut justru membawanya ke podium tertinggi. Hani berhasil merebut medali emas nomor compound individual putri di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square.

Hani memastikan emas setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Hani menang dengan skor tipis 139-137 dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

“Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya,” kata Hani.

Perjalanan Hani menuju final bahkan tidak dimulai dengan hasil yang mencolok. Pada babak kualifikasi, pemanah asal Semarang itu hanya menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 701 poin.

Posisi tersebut tidak membuat Hani mengubah pendekatannya. Hani memilih menjalani pertandingan satu per satu dan membiarkan hasil mengikuti proses.

“Sebenarnya dari kualifikasi saya cuma mencoba untuk menembak dengan nyaman. Hasilnya mengikuti. Ternyata di sesi kedua saya bisa menaikkan skor dan akhirnya peringkat delapan,” ujar Hani.

Pada babak berikutnya, Hani harus berhadapan dengan wakil India, Chikitha Taniparthi. Chikitha datang dengan modal dua medali emas dari nomor beregu putri dan mixed team Asian Games 2026.

Kondisi pertandingan juga memberikan tantangan tersendiri. Matahari pagi berada tepat di depan arah tembak, tetapi Hani merasa terbantu karena mengenakan topi sehingga tetap bisa membidik sasaran.

Tantangan berikutnya datang dari wakil Korea Selatan, Oh Yoohyun. Lawannya tersebut sebelumnya tampil konsisten dengan catatan perfect score.

Hani kembali memilih tidak memasang ekspektasi tinggi. Hani hanya berusaha menjaga fokus dan menjalankan proses menembaknya.

“Dia (Oh Yoohyun) kemarin mainnya bagus, perfect score terus. Jadi saya tidak berekspektasi. Ya sudah, nembak saja,” tutur Hani.

Situasi pertandingan kemudian berubah ketika angin kencang mulai muncul di venue. Hani sempat panik karena kondisi tersebut berbeda dari pertandingan sebelumnya.

“Dari tadi belum ada angin, bahkan dari kemarin belum ada angin. Baru hari ini panas, matahari datang, kemudian angin,” kata Hani.

Meski sempat menghadapi kondisi tersebut, Hani mampu menjaga konsentrasinya. Hani akhirnya mengalahkan Oh Yoohyun dengan skor 147-143 sekaligus memastikan tiket ke partai final.

Di partai puncak, angin kembali menjadi salah satu tantangan. Pertandingan melawan Cojuangco berlangsung ketat hingga akhirnya Hani mampu mempertahankan keunggulan dua poin.

Kemenangan 139-137 memastikan emas Asian Games pertama bagi Hani. Untuk pertama kalinya pula, dia menyaksikan lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang untuk dirinya di ajang tersebut.

“Saya benar-benar enggak kebayang sampai final. Yang penting dari awal saya nembak bagus saja. Iya, ini semesta sepertinya mendukung,” ujar Hani.

Medali tersebut menjadi semakin istimewa karena Aichi-Nagoya 2026 merupakan Asian Games pertama bagi Hani. Hani menyebut pencapaian tersebut sebagai sebuah kejutan besar dalam perjalanan kariernya.

“Ini plot twist banget dalam hidup saya. Saya lawan India dan Korea yang sudah menguasai panahan dan atlet top. Ternyata saya bisa,” ucap Hani.

Di balik keberhasilan tersebut, ada sosok sang ibu, Nurlisa, yang menjadi alasan khusus bagi Hani mempersembahkan medali emas. Sang ibu bahkan telah menyampaikan harapan sederhana jika Hani memperoleh bonus dari prestasinya.

“Jelas untuk ibunda tercinta. Pesan dari ibu cuma bilang kalau bonus dapat Rp3 miliar, ibu bisa umrah. Saya ingin mewujudkan harapan ibu,” kata Hani.

Setelah meraih emas pada penampilan perdananya di Asian Games, Hani belum ingin berhenti. Hani kini mengarahkan target berikutnya untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.

“Goal saya memang main di Olimpiade,” ujar Hani.

Emas Hani turut menambah koleksi medali Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hingga berita ini diturunkan, Indonesia telah mengoleksi lima emas, tujuh perak, dan 21 perunggu.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *