PravadaNews — Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid menilai kualitas tata kelola menjadi kunci dalam pelaksanaan APBN 2027. Menurut Kholid, besarnya anggaran harus diikuti dengan belanja yang efektif dan sesuai peruntukan.
Kholid mengatakan anggaran negara harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan APBN perlu dilakukan secara tepat waktu dan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan.
Beberapa sektor tersebut mencakup kedaulatan pangan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan sektor energi. Selain itu, alokasi Transfer ke Daerah (TKD) juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Beberapa pos memang sebagaimana prioritas pemerintah, kedaulatan pangan, kemudian pendidikan, kesehatan itu menjadi prioritas. Kemudian yang kedua adalah transfer keuangan daerah juga naik secara cukup baik,” kata Kholid, Selasa.(6/10/2026).
Menurut Kholid, peningkatan TKD menjadi bagian dari respons pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan di daerah. Anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan ekonomi serta sejumlah sektor prioritas.
Dukungan tersebut mencakup ketahanan pangan, penguatan sektor energi, pendidikan, dan kesehatan. Kholid menilai alokasi anggaran perlu diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, Kholid menegaskan besarnya anggaran belum dapat menjadi ukuran tunggal keberhasilan APBN. DPR perlu memastikan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar dijalankan sesuai tujuan.
Karena itu, Kholid menyoroti pentingnya kualitas tata kelola atau governance dalam pelaksanaan APBN 2027. Selain itu, kualitas belanja atau quality of spending juga harus menjadi perhatian.
“Governance-nya, tata kelolanya harus bagus, kemudian quality of spending-nya harus bagus,” tegas Kholid.
Kholid juga meminta pelaksanaan anggaran mengedepankan prinsip kehati-hatian. Tata kelola pemerintahan yang bersih juga perlu dijaga dalam penggunaan belanja negara.
Menurut Kholid, anggaran harus digunakan sesuai dengan peruntukannya dan terbebas dari penyimpangan. Pelaksanaannya juga perlu dilakukan tepat waktu agar program pemerintah dapat berjalan sesuai sasaran.
Dengan demikian, Kholid menilai keberhasilan APBN 2027 tidak hanya ditentukan oleh besarnya alokasi anggaran. Kualitas pelaksanaan dan tata kelola belanja negara menjadi faktor penting agar anggaran tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.















