PravadaNews – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) MQ-1 milik Amerika Serikat di atas Pulau Qeshm di Selat Hormuz.
Peristiwa ini menandai jatuhnya pesawat ke-15 dari jenis tersebut akibat tindakan pertahanan udara Iran.
Dalam sebuah pernyataan Rabu (3/11/2026) yang dilansir dari Kantor Berita IRNA, kantor hubungan masyarakat IRGC menyebutkan bahwa drone tersebut terdeteksi, dilacak, dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih milik IRGC, yang beroperasi di bawah jaringan pertahanan udara terintegrasi negara tersebut. Pernyataan itu tidak merinci waktu pasti kejadian maupun jenis rudal yang digunakan.
“Dengan hancurnya drone ini, jumlah drone MQ-1 AS yang telah dihancurkan kini mencapai 15 unit,” ungkap IRGC, seraya menyebut angka tersebut sebagai bukti
“upaya pencegatan dan konfrontasi yang terus dilakukan oleh pertahanan udara negara ini terhadap drone-drone Amerika di wilayah udara kita.”
MQ-1 Predator merupakan pesawat nirawak yang dikendalikan dari jarak jauh, dirancang untuk terbang di ketinggian menengah dengan daya tahan lama.
Pesawat ini dikembangkan oleh General Atomics dan utamanya dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.














