PravadaNews – Di tengah kebutuhan industri yang terus bergerak dan tuntutan agar rantai pasok tetap terjaga, pemerintah berupaya memangkas hambatan yang masih membayangi ketersediaan bahan baku.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong peningkatan sekaligus percepatan pelayanan pemerintah agar kebutuhan pelaku industri, khususnya terhadap bahan baku yang belum tersedia di dalam negeri, dapat segera ditindaklanjuti.
Budi meminta dunia usaha lebih aktif menyampaikan daftar kebutuhan bahan baku yang belum dapat dipenuhi dari dalam negeri, sehingga pemerintah dapat menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami meminta masukan dunia usaha agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan industri dengan lebih jelas. Kami dorong penggunaan produk dalam negeri apabila kebutuhan industri dapat dipenuhi dari dalam negeri,” kata Budi dikutip Rabu (7/10/2026).
Budi menegaskan perlunya meningkatkan dan mempercepat pelayanan untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri.
Menurut Budi, tidak terdapat permasalahan di sisi regulasi.
“Hal yang diperlukan adalah komitmen untuk meningkatkan dan mempercepat pelayanan,” ucap Budi.
Pelaku usaha AS juga menyampaikan kekhawatiran terhadap persyaratan pemeriksaan halal yang berpotensi menambah biaya dan waktu pengiriman.
Budi menyampaikan masukan tersebut akan ditampung dan disampaikan kepada pihak terkait.
Budi bersama AmCham Indonesia juga membahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Indonesia masih menunggu perkembangan terkait investigasi excess capacity dan terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah AS.
“Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan. Sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama,” ujar Budi.
Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mendukung perekonomian nasional.
Program tersebut mencakup Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Program Perluasan Pasar Ekspor, dan Program Dari Lokal untuk Global.
“Kemendag memiliki tiga program prioritas untuk mendukung perekonomian nasional, yakni memperkuat pasar domestik melalui Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri. Kemudian memperluas akses pasar lewat Program Perluasan Pasar Ekspor,” kata Budi.















