PravadaNews – Ikan gabus atau Channa striata bukan sekadar bahan makanan yang mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia.
Ikan air tawar ini juga dikenal memiliki kandungan protein dan sejumlah zat gizi yang dapat mendukung kebutuhan tubuh.
Popularitas ikan gabus sebagai makanan untuk membantu pemulihan tubuh tidak lepas dari kandungan albumin dan asam amino di dalamnya.
Sejumlah penelitian bahkan telah mengkaji potensi ikan gabus dalam mendukung proses penyembuhan luka.
Lantas, apa saja manfaat ikan gabus bagi tubuh?
Ikan gabus dapat menjadi salah satu sumber protein hewani dalam menu sehari-hari. Protein dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk membangun dan memperbaiki jaringan.
Dikutip pada Kamis (8/10/2026), dalam sebuah systematic review yang diterbitkan di Narra J pada 2025, peneliti menemukan, ikan gabus memiliki kandungan protein serta berbagai asam amino esensial dan nonesensial.
Beberapa asam amino yang ditemukan antara lain lisin, leusin, histidin, arginin, glisin, dan asam glutamat.
Kandungan tersebut membuat ikan gabus berpotensi menjadi salah satu sumber protein yang mendukung kebutuhan nutrisi tubuh.
Tak sampai di situ, salah satu kandungan yang membuat ikan gabus banyak mendapat perhatian adalah albumin.
Albumin merupakan protein penting dalam tubuh yang antara lain berperan dalam menjaga tekanan osmotik darah dan membantu transportasi berbagai zat.
Systematic review terhadap penelitian mengenai Channa striata menemukan kandungan albumin pada ikan gabus dalam berbagai penelitian berada pada kisaran 0,76 hingga 10,73 gram per 100 gram, meski nilainya dapat berbeda bergantung pada asal ikan, kondisi budidaya, dan metode pengukuran.
Karena itu, ikan gabus kerap dikaitkan dengan pemulihan setelah sakit atau tindakan medis yang membutuhkan asupan protein cukup.
Untuk itu, kandungan protein, asam amino, albumin, asam lemak, serta mineral pada ikan gabus menjadi alasan bahan pangan ini banyak diteliti untuk mendukung penyembuhan luka.
Sejumlah penelitian praklinis juga menunjukkan ekstrak Channa striata dapat mendukung proliferasi fibroblas, pembentukan kolagen, epitelisasi, serta kekuatan jaringan yang sedang mengalami proses penyembuhan.
Sejumlah penelitian klinis pada pasien setelah operasi caesar juga melaporkan adanya perbaikan sejumlah indikator penyembuhan luka.
Namun, peneliti menekankan, jumlah penelitian klinis masih terbatas sehingga diperlukan penelitian dengan skala lebih besar untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
Selain protein dan albumin, ikan gabus juga mengandung berbagai jenis asam lemak serta mineral. Review ilmiah mencatat keberadaan asam lemak seperti asam linoleat dan asam arakidonat, serta mineral termasuk seng dan tembaga.
Zat-zat tersebut memiliki berbagai fungsi biologis dan berperan dalam proses normal tubuh, termasuk metabolisme, fungsi sel, serta proses perbaikan jaringan.
Dengan kandungan protein dan berbagai zat gizi tersebut, ikan gabus dapat menjadi salah satu pilihan lauk dalam pola makan seimbang.
Namun, manfaat ikan gabus sebaiknya tidak dipahami sebagai pengganti obat atau terapi medis.
Konsumsi ikan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan masing-masing orang.
Bagi seseorang yang sedang dalam masa pemulihan atau mengalami luka, asupan protein memang penting.
Namun, proses penyembuhan juga dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk kecukupan energi, vitamin, mineral, kondisi kesehatan, serta penanganan medis yang tepat.















