PravadaNews – Aktris Indonesia, Aurora Ribero mengaku baru memahami beratnya perjalanan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) setelah mendalami perannya dalam film Lagi Probation.
Dalam film itu, Aurora memerankan Bintang, seorang perempuan yang berusaha mendapatkan pekerjaan tetap untuk membantu keluarganya.
Aurora pun harus mempelajari kehidupan pekerja kantoran, termasuk rutinitas berangkat pagi menggunakan kereta.
“Sebenarnya kan aku enggak pernah kantoran, ya. Jadi, waktu aku mencari tahu tentang Bintang dan dunia perkantoran di film ini, aku jadi lebih aware dan lebih berempati sama orang-orang yang bangun pagi, terus ke kantor, naik kereta, jadi pepes di kereta,” ungkap Aurora saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Melalui proses tersebut, Aurora mulai memahami tantangan yang dihadapi penumpang saat berdesakan di dalam kereta.
Pengalaman mendalami karakter Bintang, lanjutnya, juga membuat dirinya lebih memperhatikan keseharian para pekerja.
“Jadi tuh kayak, ‘Oh, ternyata struggle-nya real, ya.’ Gitu sih, lumayan jadi lebih aware dan lebih ngerti sama perasaan orang-orang seperti itu,” ujar Aktris ini.
Dalam cerita film, Bintang menghadapi tekanan untuk membantu keuangan keluarga setelah ayahnya pensiun. Sementara itu, adiknya akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga Bintang berusaha mencari penghasilan tetap.
Perjuangan Bintang kemudian berlanjut ketika harus bersaing dengan lima calon karyawan lain selama masa percobaan kerja. Situasi tersebut menjadi bagian dari cerita yang memperlihatkan kehidupan anak muda dalam mencari pekerjaan.
Adapun sutradara Lagi Probation, Archie Hekagery, mengungkapkan pengambilan gambar di KRL memiliki tantangan tersendiri. Tim produksi harus merekam adegan di kereta yang benar-benar bergerak agar suasana perjalanan terlihat nyata.
Menurut Archie, pengaturan posisi pemain dan kamera menjadi lebih sulit karena kereta tidak sepenuhnya bisa dikendalikan.
Kondisi ini, jelasnya, berbeda dengan pengambilan gambar menggunakan gerbong yang sedang berhenti.
“Iya, syuting di KRL tuh susah banget, ya. Nah, susahnya tuh karena memang kita bisa nge-block, tapi keretanya itu bukan seperti kereta yang kita mau. Jadi, keretanya itu bisa di-set, tapi keretanya dalam kondisi diam,” tutur Archie dalam kesempatan yang sama.
Untuk mendapatkan adegan perjalanan, tim produksi akhirnya menggunakan KRL yang beroperasi bersama penumpang sungguhan. Kamera dan pemeran tambahan masuk terlebih dahulu sebelum Aurora mengambil posisi di dalam gerbong.
Archie menyebut, sekitar 100 pemeran tambahan dilibatkan dalam pengambilan gambar yang menggunakan satu gerbong. Tim produksi juga harus menyesuaikan pergerakan pemain dengan keberadaan penumpang lain selama perjalanan berlangsung.
Tantangan lainnya yakni waktu syuting yang hanya diberikan selama dua jam pada Sabtu, sekitar pukul 10.00 hingga 12.00. Meski demikian, kru sudah bersiap sejak selepas Subuh untuk mengatur kamera dan menyiapkan beberapa pilihan pergerakan pemain.
Diketahui, pengambilan gambar dilakukan dalam perjalanan dari Depok Baru menuju Lenteng Agung. Adegan itu menjadi bagian dari film produksi BASE Entertainment yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2026 mendatang.














