Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: IHSG)

Beranda / Ekonomi / IHSG Melemah Lagi Pagi Ini

IHSG Melemah Lagi Pagi Ini

PravadaNews – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diwarnai tekanan pada awal perdagangan Kamis (15/10/2026).

IHSG dibuka melemah 25,89 poin atau 0,44 persen ke level 5.917,13, setelah sehari sebelumnya ditutup menguat 0,29 persen ke posisi 5.943,02.

Di tengah dinamika tersebut, Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam rentang 5.800–6.000.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI masih bergerak melemah di area pivot, sedangkan histogram MACD berada di teritori negatif.

Kondisi tersebut menjadi perhatian investor dalam mencermati arah pergerakan indeks pada perdagangan berikutnya.

“Secara teknikal, indikator Stochastic RSI masih bergerak melemah di area pivot dan histogram MACD masih berada di teritori negatif. Sehingga diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 5,800-6,000,” sebut Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Tim Analis juga mengingatkan investor untuk mewaspadai kenaikan harga minyak yang berlanjut.

Selain itu, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, turut menjadi faktor yang perlu dicermati.

Investor menantikan rilis data inflasi Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat pada Kamis (15/10).

Inflasi PPI September 2026 diperkirakan melambat menjadi 5,3 persen secara tahunan, dibandingkan 5,4 persen pada Agustus 2026.

Data penjualan ritel Amerika Serikat juga dijadwalkan rilis dengan perkiraan pertumbuhan melambat.

Penjualan ritel September 2026 diproyeksikan tumbuh 0,3 persen secara bulanan, lebih rendah dibandingkan 1,2 persen pada Agustus 2026.

Sementara itu, Inggris akan merilis data produk domestik bruto (PDB) Agustus 2026 pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Pertumbuhan ekonomi Inggris diperkirakan berkontraksi 0,1 persen secara bulanan, setelah mencatat pertumbuhan sebesar 0,4 persen pada Juli 2026.

Di sektor industri, Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memproyeksikan kapasitas produksi bahan baku baterai melampaui 900 ribu ton pada akhir 2027.

Peningkatan kapasitas tersebut merupakan dampak hilirisasi nikel dalam negeri yang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

“Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memproyeksikan kapasitas produksi bahan baku baterai akan meningkat hingga dua kali lipat. Melampaui 900 ribu ton pada akhir 2027, hal itu dampak dari hasil hilirisasi nikel dalam negeri berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP),” sebut Tim Analis Phintraco lagi.

Proyeksi peningkatan kapasitas produksi didukung masuknya proyek fasilitas pemrosesan dan pemurnian hidrometalurgi berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL) ke tahap operasi penuh.

Peningkatan tersebut berpotensi menguntungkan industri baterai dan kendaraan listrik melalui pasokan bahan baku yang lebih besar dengan biaya kompetitif.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *