PravadaNews – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmail Baqaei, memperingatkan pihak-pihak yang memusuhi Iran agar tidak meremehkan kemampuan pertahanan negara tersebut.
Baqaei merujuk pada tulisan seorang sejarawan Persia abad ke-11 untuk menegaskan bahwa harapan akan kemenangan yang mudah justru akan berujung pada kekalahan dan kehinaan.
Dalam sebuah unggahan di platform X pada hari Jumat, Baqaei mengutip bagian dari Sejarah Beyhaqi karya sejarawan abad pertengahan, Abolfazl Beyhaqi.
Kisah tersebut menggambarkan para penyerang yang keliru mengira mereka dapat dengan mudah merebut sebuah benteng, tanpa menyadari bahwa benteng itu dijaga oleh sosok-sosok yang digambarkan sebagai “singa”.
“Mereka mengira datang untuk menyantap ‘paludeh’ (hidangan manis dalam kuliner Iran) dan menganggapnya sebagai tugas yang mudah,” tulis Baqaei, mengutip catatan sejarah tersebut, melansir dari Kantor Berita IRNA, Jumat (23/10/2026).
Baqaei menyatakan bahwa kutipan itu tetap relevan di tengah ketegangan dan ancaman yang dihadapi Iran saat ini. Ia menegaskan bahwa ilusi akan kemenangan yang mudah tidak boleh disamakan dengan keberhasilan nyata di medan pertempuran.
“Memulai agresi dengan ilusi kemenangan yang mudah bukanlah berarti kemenangan,” tulisnya. Ia menambahkan bahwa salah menilai sebuah benteng “yang di dalamnya terdapat singa” hanya akan membuat pihak agresor menanggung malu akibat kekalahan.














