PravadaNews – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan laporan mengenai perkembangan diplomatik terkini serta konsultasi terkait berbagai isu regional dan internasional, khususnya pertemuan puncak empat pihak (kuadrilateral) yang melibatkan Iran, Pakistan, Arab Saudi, dan Turki.
Dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Iran, Masoud Pezeshkian pada Rabu (28/10/2026), Araghchi memaparkan poin-poin utama, termasuk rincian mengenai pertemuan puncak empat pihak antara Iran, Pakistan, Arab Saudi, dan Turki tersebut.
Laporan itu menguraikan pembahasan yang berlangsung selama kunjungan delegasi Qatar, serta konsultasi yang melibatkan Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran; Khalid bin Salman, Menteri Pertahanan Arab Saudi; Asim Munir, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan; dan Ibrahim Kalin, Direktur Organisasi Intelijen Nasional Turki.
Melansir Kantor Berita IRNA pada Kamis (29/10), mengenai pembicaraan empat pihak tersebut, laporan itu menyebutkan adanya penekanan pada pentingnya kerja sama regional, penguatan mekanisme keamanan bersama, serta upaya mencegah eskalasi ketegangan dan konflik.
Para peserta juga memperingatkan mengenai konsekuensi dari kebijakan sengaja yang diambil oleh rezim Israel—khususnya upaya mereka untuk melemahkan negara-negara di kawasan, memperluas cakupan agresi, menciptakan landasan bagi destabilisasi pemerintahan, serta menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik regional.
Para pejabat senior dari empat kekuatan regional tersebut menekankan perlunya negara-negara di kawasan untuk tetap waspada terhadap tren yang memicu ketegangan, serta memperkuat kerja sama demi menjaga kedaulatan, stabilitas, dan integritas wilayah masing-masing negara.
Selain itu, disampaikan pula laporan mengenai kunjungan Presiden Pezeshkian ke Rusia baru-baru ini, yang mencakup pertemuan bilateral dan diskusi dengan para pemimpin negara lain di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 Forum Negara-Negara Pengekspor Gas (GECF) di Moskow.














