Instalasi pameran Laut Bercerita di Kemang, Jakarta Selatan. (Foto: Dok. Poplicist) 

Beranda / Infotaiment / Laut Bercerita Lahir Lagi Lewat Dua Lensa

Laut Bercerita Lahir Lagi Lewat Dua Lensa

PravadaNews – Kisah Biru Laut kembali hadir dalam bentuk berbeda melalui pameran fotografi dan instalasi Dua Lensa Bercerita di Kemang, Jakarta Selatan.

Pameran tersebut membawa dunia Laut Bercerita dari novel dan layar bioskop menuju ruang seni yang dapat dilihat lebih dekat oleh pengunjung. Karya yang ditampilkan bukan hanya dokumentasi produksi film, tapi dikembangkan kembali melalui fotografi, tulisan, gambar, dan instalasi.

Salah satu tafsir itu datang dari Fotografer, Anton Ismael yang sebelumnya memotret untuk karakter Gusti Suroso dalam film Laut Bercerita. 

Anton kemudian mempertemukan materi dari film dengan karya lain yang dibuat di luar proses produksi.

“Untuk bisa belajar dari sejarah, kita perlu lebih dulu merasakan bahwa sejarah itu punya hubungan yang erat dengan eksistensi kita saat ini,” ujar Anton, Senin (2/11/2026).

Berangkat dari gagasan ini, Anton mengolah foto dengan pendekatan eksperimental dan ekspresif. Foto dari film dipadukan dengan karya Anton dan rekan-rekannya, kemudian diramu bersama tulisan serta gambar.

Pendekatan berbeda dibawa Fotografer Oscar Motuloh yang menggunakan sudut pandang Alex Perazon, salah satu karakter dalam Laut Bercerita. Oscar memilih fotografi dokumenter hitam-putih untuk mengikuti manusia, peristiwa, dan ruang di sekitar kisah itu.

Bagi Oscar, Alex merupakan aktivis mahasiswa Winatra yang gemar mengabadikan peristiwa melalui foto hitam-putih. Karakter tersebut juga membawa ingatan sebagai penyintas kekerasan rezim masa lalu yang menjadi bagian penting dalam penafsirannya.

Perbedaan dua pendekatan ini kemudian dipertemukan oleh kurator Engel Tanzil. Engel menggambarkan karya Oscar sebagai visual yang kontemplatif dan subtil, sedangkan Anton mengandalkan warna, eksperimen, serta intervensi visual yang lebih ekspresif.

Cerita dalam foto kemudian berlanjut ke ruang melalui instalasi yang melibatkan Avianti Armand dan Sigit D. Pratama. Pameran juga menyediakan elemen partisipatif agar pengunjung dapat membawa pengalaman dan ingatan pribadi ketika melihat karya.

Dengan cara itu, tema kehilangan dan penantian dalam Laut Bercerita tidak hanya muncul melalui karakter. Keberanian, harapan, serta ingatan turut diterjemahkan menjadi pengalaman visual yang dapat dibaca dari sudut pandang berbeda.

Penulis Laut Bercerita, Leila S. Chudori, melihat perjalanan kisah tersebut terus berkembang setelah beralih dari novel menuju film, musik, video klip, fotografi, hingga instalasi seni.

“Pada akhirnya, kisah Biru Laut dalam Laut Bercerita mendapat tempat di benak, mata, jari-jari dan yang penting hati para seniman lainnya, sehingga tafsir ulang dari cerita ini menunjukkan takdir Laut untuk lahir berkali-kali,” tutur Leila.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *