PravadaNews– Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya ihwal mengatasi kelaparan dan malnutrisi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mantan Danjen Kopassus tersebut menjelaskan, investasi di program itu akan memberikan manfaat ekonomi hingga 35 kali lipat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo dalam pidatonya pada Business Summit Amerika Serikat–Asean di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., seperti rilis yang di terima di Jakarta, dikutip Jumat, 20 Februari 2026.
Prabowo menerangkan skema menyediakan makan gratis untuk para pelajar terinspirasi oleh kebijakan Amerika Serikat dan eropa yang telah lama menerapkan program tersebut.
Oleh karena itu, Prabowo menekankan manfaat dari demokrasi yang ada di indonesia harus menampilkan layanan pendidikan dan kesehatan yang nyata. Menurutnya skema tersebut menjadi langkah faktual untuk mengatasi persoalan stunting yang masih dialami sekitar 25 persen anak Indonesia.
“Saya baru tahu 25% anak-anak kami mengalami stunting [tengkes]. Sel otak mereka tidak optimal, begitu juga sel tulang dan otot mereka. Mereka akan menjadi sangat lemah secara fisik saat tumbuh dewasa. Kita tidak bisa menerima ini,” ucap Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo kembali menegaskan pendanaan program berasal dari penghematan anggaran negara hasil pemangkasan inefisiensi dan penyalahgunaan dana. Eks Menantu Presiden ke-2 RI, Soeharto tersebut membantah tudingan pemborosan dan menyebut kebijakan ini sebagai relokasi sumber daya untuk kepentingan rakyat.
Adapun sejumlah lembaga internasional memandang agenda makan gratis sebagai investasi yang menjanjikan.Prabowo pun mengutip salah satu lembaga riset asal Amerika Serikat, yang menyatakan, setiap satu dolar yang ditanamkan dapat menciptakan manfaat ekonomi tujuh kali lipat.
“Karena untuk setiap satu dolar yang dihabiskan untuk makan gratis bagi anak-anak, imbal hasilnya [return] menurut penelitian mereka setidaknya tujuh dolar, bahkan dalam jangka panjang bisa memberikan imbal hasil hingga 35 kali lipat,” imbuhnya.
Presiden RI Ke 8 itu juga mengungkapkan program ini mulai menunjukkan dampak ekonomi. Dia menyebut, konsumsi domestik pada Januari disebut menjadi yang tertinggi dalam 10-15 tahun terakhir.
“Kami sekarang mulai merasakan dampaknya. Beberapa anggota Apindo [Asosiasi Pengusaha Indonesia] datang kepada saya minggu lalu dan mengatakan bahwa Januari kemarin adalah konsumsi domestik tertinggi dalam 10 atau 15 tahun terakhir,” tutur Prabowo.
Prabowo pun meyakini rancangan tersebut dapat mengokohkan keseimbangan sosial dan politik lewat pembukaan lapangan kerja dan juga kemakmuran warga.
Mantan Menteri Pertahanan tersebut juga mengatakan, hasil panen beras nasional sudah menyentuh angka tertinggi dan hampir meraih kemandirian untuk mayoritas bahan pangan.
Prabowo juga membeberkan, upayanya dalam program ini ialah dengan membangun sekitar 23.000 dapur program yang setiap masing masing dapur memperkerjakan 50 orang
“Program tersebut juga meningkatkan permintaan bahan pangan lokal seperti telur, ayam, dan sayuran, sehingga memberi kepastian pasar bagi petani dan menciptakan efek pengganda ekonomi di pedesaan,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Menutup pidatonya, Prabowo membuat pernyataan poin penting terkait dengan skema pemerintah, yakni program yang memiliki dampak yang signifikan untuk masyarakat.
“Saya bisa bicara panjang lebar mengenai pencapaian di tahun pertama ini, tapi saya akan mempersingkat sambutan saya. Seperti yang Anda tahu, jika Anda memberikan mikrofon kepada seorang pemimpin politik, dia cenderung tidak mau berhenti bicara,” tandas Prabowo.















