PravadaNews – Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan meminta PT Pertamina (Persero) bersama pemerintah daerah untuk memitigasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) selama Ramadan-Lebaran 2026.
Sturman mengatakan pemerintah tidak ingin persoalan kelangkaan BBM kembali terulang pada momentum bulan suci dan Idul Fitri.
“Harapannya, pada Ramadan dan Lebaran tahun ini tidak ada lagi kelangkaan BBM di daerah,” kata Sturman, Selasa, (24/2/2026)
Berdasarkan rapat dengar pendapat dan hasil kunjunganke lapangan, persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan stok, melainkan pada sistem distribusi yang belum tertata optimal.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu menilai, stok BBM baik subsidi maupun nonsubsidi dalam kondisi mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Laporannya stok tidak kurang, hanya menumpuk di satu tempat,” ujarnya.
Baca Juga: Komisi VI Minta Kebijakan Impor Mobil Kopdes Jadi Opsi Terakhir
Sturman menyampaikan hal itu setelah melakukan kunjungan spesifik ke fasilitas energi di Kalimantan Timur, termasuk ke kilang minyak di Balikpapan.
Selain itu, Sturman menyoroti adanya anomali di daerah penghasil energi yang justru mengalami kelangkaan BBM di tingkat pengecer.
“Bagaimana mungkin di Balikpapan ada kilang besar, tetapi masyarakatnya harus antre dengan alasan stok kosong? Ini yang harus dievaluasi,” kata legislator daerah pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau tersebut.
Selain BBM, Sturman juga mengingatkan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sembilan bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran.
Sturman meminta operasi pasar dilakukan secara rutin sejak awal Ramadan, tanpa menunggu lonjakan harga.
Meski DPR tengah memasuki masa reses, Sturman memastikan Komisi VI tetap mengawasi mitra kerja, termasuk Pertamina, agar distribusi energi merata dan harga pangan tetap terkendali selama Ramadan.
“Jangan tunggu harga beras, minyak, dan gula melambung baru bergerak. Operasi pasar harus dilakukan sekarang untuk menjaga daya beli masyarakat,” tandas Sturman.















