PravadaNews – Rumah produksi Korea Selatan Barunson E&A memperluas penetrasinya di Asia Tenggara dengan bergabung dalam proyek film “Zona Merah: Dead City”, adaptasi dari serial populer Indonesia produksi Screenplay Films. Proyek ini disiapkan untuk dipasarkan di ajang Marché du Film Cannes.
Mengutip The Hollywood Reporter, Barunson akan menangani penjualan internasional film tersebut dan meluncurkannya bersamaan dengan proyek horor Thailand “Inherit” garapan Banjong Pisanthanakun.
CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi, menilai pasar Indonesia tengah memasuki fase penting dalam perkembangan genre.
“Lanskap genre di Indonesia berada pada titik perubahan, penonton semakin berani, para kreator mendorong batasan, dan cerita-cerita dari pasar ini semakin beresonansi secara global,” kata dia dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat (1/5/2026).
Baca juga : El Rumi-Syifa Hadju Beri Hadiah ke Bridesmaid
Serial “Zona Merah” sebelumnya tayang di platform streaming Vidio milik Emtek Group dan mencatat lebih dari 34 juta penonton. Capaian ini menjadi dasar pengembangan cerita ke format film panjang.
CEO Screenplay Films, Wicky V. Olindo, menyebut adaptasi ini sebagai langkah alami.
“Zona Merah menunjukkan kepada kami apa yang mungkin terjadi ketika sebuah cerita benar-benar terhubung dengan penontonnya. Mengembangkannya menjadi film panjang terasa seperti perkembangan alami, baik secara komersial maupun kreatif,” ujar Wicky.
Langkah Barunson ini menjadi bagian dari strategi memperkuat portofolio konten genre di Asia Tenggara. Sebelumnya, perusahaan yang dikenal lewat film pemenang Oscar Parasite karya Bong Joon Ho itu juga menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah produksi Indonesia, termasuk Imajinari, Visinema Pictures, Base Entertainment, dan Rapi Films.
Di Indonesia, Barunson bahkan telah menandatangani kemitraan eksklusif dengan Come and See Pictures milik Joko Anwar, memperkuat posisinya dalam mengamankan judul-judul horor potensial dari kawasan tersebut.















