PravadaNews – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan, pentingnya peran statistik resmi sebagai fondasi utama dalam perumusan dan pelaksanaan program pemerintah.
Hal itu disampaikannya dalam Peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Nasional Tahun Anggaran 2026, yang menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Amalia bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari turut meninjau langsung kondisi calon penerima bantuan.
Baca juga: BPS Tuntaskan Ground Check PBI Katastropik
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan program perumahan berjalan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Berdasarkan data statistik yang dihimpun BPS dikutip pada Rabu (8/4/2026), backlog kepemilikan rumah maupun tingkat kelayakhunian terus menunjukkan tren penurunan. Capaian ini dinilai mencerminkan adanya kemajuan dalam pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat Indonesia.
Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, program perumahan juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Keterlibatan tenaga kerja lokal serta pelaku usaha setempat dalam proses pembangunan turut mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
Amalia menekankan, pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional menjadi kunci penting dalam memastikan intervensi program tepat sasaran.
“Dengan data yang terintegrasi dan akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi rumah tangga yang benar-benar membutuhkan bantuan,” ungkap Amalia.
Lebih lanjut, Amalia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Partisipasi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan data yang komprehensif dan akurat, sehingga mampu mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.















