PravadaNews – Tragedi ledakan dan kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus menyisakan duka mendalam.
Jumlah korban dalam insiden tersebut dilaporkan bertambah, dengan total mencapai 22 orang hingga saat ini.
Dari jumlah tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang bervariasi dan masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.
Peristiwa nahas ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga mengguncang warga sekitar yang sempat panik saat kobaran api dan ledakan terjadi secara tiba-tiba.
Baca juga: Satu Orang Tewas Akibat Kebakaran di Jakarta Pusat
Aparat dan tim terkait masih terus melakukan penanganan di lokasi serta menyelidiki penyebab pasti kejadian guna mencegah insiden serupa terulang di kemudian hari.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi mengonfirmasi adanya penambahan jumlah korban dari data minggu lalu. Sebelumnya, diketahui korban kebakaran berjumlah 17 orang.
“Ada, ada (penambahan jumlah korban). Jadi 22 orang,” kata Nachrowi saat dihubungi, Kamis (9/4/2026).
“(Korban) Security, (bernama) Suyadi sama satu lagi Djaimun. Itu memang rata-rata sudah sepuh ya. Yang Suyadi itu 63 tahun. Yang Jaimun itu 61 tahun dengan luka bakar 92 persen dan 97 persen,” tambah Nachrowi.
Sementara itu, dua korban meninggal lainnya merupakan kakak beradik dari satu keluarga yang tinggal tepat di seberang SPBE. Korban terbaru, Aulia Putri Budiastuti yang meninggal dunia pagi tadi.
Adik Aulia, Sapta Prihantono, sudah lebih dulu berpulang setelah menjala. Keduanya diketahui memiliki luka bakar mencapai 63 persen.
“Hari ini, barusan jam 4.30 tadi subuh, itu Aulia Putri meninggal juga. Kemarin kan Sapta adiknya (meninggal). Sapta itu (anak) terakhir, bungsu,” tuturnya.
“Kalau saya baca di data dari Dinkes, ini (luka bakar) 63 persen,” sambung Nachrowi.
Nachrowi mengatakan, selain Aulia dan Sapta, terdapat tiga anggota keluarga lainnya yang turut menjadi korban kebakaran.
Tiga orang tersebut terdiri dari sang ayah serta dua anak laki-lakinya, Fajar dan Dimas, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kalau bapaknya di rumah sakit sana, RSUD Cibitung. Kalau Dimas, sama Fajar itu dirawat di rumah sakit Citra Arrafiq,” imbuh Nachrowi.















