Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar hingga Jabodetabek. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Nasional / Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar hingga Jabodetabek

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar hingga Jabodetabek

PravadaNews — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai wilayah Jabodetabek pada Minggu (6/9/2026). 

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggunakan citra satelit Himawari-9 serta data PVMBG dan VAAC Darwin, terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik dengan salah satu klaster mencapai ketinggian 20.000 kaki. 

Klaster abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, serta Jawa Barat.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9) malam.

Dampak abu vulkanik mulai dilaporkan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Jabodetabek pada Minggu pagi. Warga melaporkan adanya debu halus yang menempel pada kendaraan, halaman rumah, hingga benda di luar ruangan.

Warga asal Bogor, Febriansah (23), mengaku menemukan kendaraan yang terparkir di luar rumah tertutup debu vulkanik. 

Febri menduga debu ini berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau setelah kondisi itu terjadi sejak malam hari.

“Pantesan dari malam banyak banget debu, ternyata dari Gunung Anak Krakatau,” ujar Febri saat dihubungi.

Keluhan serupa disampaikan warga Depok, Refah (20), yang menemukan teras rumahnya dipenuhi debu halus saat membuka pintu. 

Refah mengatakan, debu tersebut terasa ketika disentuh menggunakan tangan.

“Pas buka pintu, teras depan rumah udah kotor banget, pas dipegang pakai tangan kerasa debunya,” ungkap Refah saat berbincang dengan PravadaNews. 

Di Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Instagramnya menginformasikan penutupan lebih awal pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) dari yang semula pulul 10.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB. Percepatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara serta potensi paparan material itu.

Sebagai informasi, abu vulkanik mengandung partikel halus yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama iritasi mata dan saluran pernapasan. Adapun sifat abrasif pada abu vulkanik juga dapat berpotensi merusak permukaan kendaraan.

Masyarakat diimbau menggunakan alat pelindung seperti masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membersihkan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan maupun lingkungan sekitar.

Selain itu, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *