Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah. (Foto: Dok. F-PKB DPR RI)

Beranda / Politik / Apakah Target Swasembada Pangan di 2029 Bisa Tercapai?

Apakah Target Swasembada Pangan di 2029 Bisa Tercapai?

PravadaNews – Pemerintah mengklaim babak baru ketahanan pangan nasional mulai terbentuk. Setelah bertahun-tahun bergantung pada impor, Indonesia kini justru berada pada posisi surplus dengan cadangan beras yang disebut tertinggi sepanjang sejarah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan membuka keran impor beras pada 2026. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat perubahan arah kebijakan pangan nasional yang sebelumnya sempat bergantung pada pasar global.

“Indonesia Impor beras 2023-2024, 7 juta ton dengan jagung. Kurang lebih Rp 100 triliun. Alhamdulillah kita tidak impor di 2025, insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi insyaallah 2026 tidak impor beras,” kata Amran, Kamis (23/4/2026).

Cadangan beras pemerintah saat ini tercatat sekitar 5 juta ton, melampaui kapasitas gudang utama Perum Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton. Untuk menampung kelebihan tersebut, pemerintah menggunakan skema sewa gudang tambahan.

Baca Juga: RI Stop Impor Beras

Amran juga menekankan bahwa data stok tersebut tidak dibuat-buat dan telah melalui verifikasi ketat lintas lembaga. Transparansi menjadi kunci, mengingat risiko hukum jika terjadi manipulasi data.

“Hari ini Alhamdulillah hari di mana kebahagiaan petani itu tercapai. Kenapa, karena produksinya meningkat tentu pendapatannya meningkat. Kita mencapai stok Bulog 5.000.198 ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah dan selama kita merdeka,” ujar Amran.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah optimis target swasembada pangan nasional pada tahun 2029 dapat tercapai.

Keyakinan ini didasari pada keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras pada tahun 2025, yang dinilai menjadi fondasi krusial bagi kemandirian pangan komoditas strategis lainnya.

Rina menegaskan, target tiga tahun ke depan yang dicanangkan Presiden Prabowo bukanlah angan-angan, melainkan sasaran nyata yang harus disokong oleh seluruh pemangku kepentingan.

Data menunjukkan kinerja sektor pangan sepanjang 2025 cukup impresif, dengan stok beras Bulog sempat menyentuh angka 4,2 juta ton pada Juni 2025.

Memasuki awal 2026, stok beras nasional bahkan tercatat mencapai 12,53 juta ton, melonjak 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tercapainya swasembada beras menandakan Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Keberhasilan ini menjadi pijakan penting menuju swasembada pangan nasional secara menyeluruh,” ujar Rina Saadah kepada wartawan, Minggu (26/4/2026).

Legislator asal Jawa Barat ini memaparkan sejumlah langkah strategis yang harus menjadi prioritas pemerintah agar target 2029 tidak sekadar menjadi simbol.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, tepat volume, dan terjangkau bagi petani.

“Sejauh ini pembenahan distribusi pupuk bersubsidi oleh pemerintah menunjukkan progres baik di mana akses petani ke pupuk subsidi relatif lebih mudah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Rina.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *